Aditya Novali 'Pulang Kampung' ke Solo

ADVERTISEMENT

Aditya Novali 'Pulang Kampung' ke Solo

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 25 Mar 2022 20:43 WIB
Jumpa Pers Pameran Tunggal Aditya Novali Berjudul WHY
Pameran tunggal Aditya Novali digelar pertama kalinya di Solo, Jawa Tengah, dan dibuka pada 26 Maret 2022 di Tumurun Private Museum.Foto: Tia Agnes/ detikcom
Jakarta -

Sukses melanglang buana ke berbagai negara, Aditya Novali akhirnya 'pulang kampung' ke tanah kelahirannya, Solo. Seniman kelahiran 17 November 1978 ini untuk pertama kalinya menggelar pameran tunggal yang bertajuk WHY di Tumurun Private Museum, Solo, Jawa Tengah.

Di dunia seni rupa Indonesia, nama Aditya Novali bukan sekadar seniman biasa. Pria yang mengenyam pendidikaan di jurusan Arsitektur Universitas Parahyangan, Bandung, mendapat gelar Master untuk bidang Conceptual Design di Design Academy Eindhoven, Belanda pada 2008.

Sepanjang 6 bulan ke depan, pencinta seni bakal disuguhi karya-karya Aditya Novali dalam dua bagian. Di bagian pertama, ada 8 karya seni atau project artistik yang dibuatnya sepanjang lebih dari satu dekade.

Pameran WHY diyakini mampu mengulik secara mendasar cara kerja Aditya Novali sebagai seorang seniman. Menurut penuturan Alia Swastika, penulis untuk pameran WHY, proses berkaryanya tak sesederhana mencari inspirasi.

"Cara Aditya Novali mengungkapkan ide dan inspirasi-inspirasi karyanya itu sangat menarik. Seperti dalam karya seni instalasi NGACO, dia datang ke toko bangunan dan menyuguhkan dengan cara tak biasa. Terkadang memanfaatkan algoritma yang menarik," tuturnya saat jumpa pers virtual, Jumat (25/3/2022).

Jumpa Pers Pameran Tunggal Aditya Novali Berjudul WHYJumpa Pers Pameran Tunggal Aditya Novali Berjudul WHY Foto: Tia Agnes/ detikcom

Kata 'WHY' yang menjadi judul pameran, dalam bahasa Indonesia artinya adalah 'kenapa' atau 'mengapa'. Pria yang pernah menggelar pameran tunggal pertama di usia 11 tahun itu menuturkan alasan dari keputusan mengambil judul 'WHY'.

Menurut Aditya, pameran ini dibuat di era pandemi dan pastinya setiap orang ada perasaan bahwa COVID-19 tidak selesai-selesai.

"Banyak pertanyaan yang keluar di era pandemi, sampai akhirnya kita membiasakan diri dengan COVID-19. Warna hijau yang diambil untuk latar adalah warna green scene, sesuatu yang dipaksa jadi familiar saat pandemi," kata Aditya.

Dia pun melanjutkan, "Akhirnya juga kita tersadar dari semua hal diingatkan akan proses dan hidup detik per detik, apa yang akan terjadi berikutnya."

(Baca halaman berikutnya soal pameran tunggal Aditya Novali di Solo)



Simak Video "Cekrak-cekrek Pasang Pose Cantik di Depan Mobil Antik Koleksi Private Museum, Solo"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT