Membaca Novel Buya Hamka Jadi Pelengkap Versi Filmnya

ADVERTISEMENT

Membaca Novel Buya Hamka Jadi Pelengkap Versi Filmnya

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 17 Des 2021 11:14 WIB
Media Gathering Novel Buya Hamka
A Fuadi menerbitkan novel Buya Hamka oleh Falcon Publishing. Foto: Tia Agnes/ detikcom
Jakarta -

A Fuadi menerbitkan novel biografi ulama terkenal Buya Hamka yang diterbitkan oleh Falcon Publishing. Sosok Buya Hamka juga diadaptasi jadi film yang disutradarai oleh Fajar Bustomi.

Selama dua tahun lamanya, A Fuadi melakukan riset demi menyelesaikan novel Buya Hamka. Ia pergi ke berbagai daerah dan mewawancarai keluarga serta kerabat dari Buya Hamka.

Selama riset, novelis Negeri 5 Menara itu mencoba melihat sosok Buya Hamka dari 360 derajat.

"Saya mencoba melihatnya dari 360 derajat. Ide awal mencoba mengadaptasi dari skenario film, tapi ternyata hasilnya lebih dari itu," tutur A Fuadi saat media gathering novel Buya Hamka, kemarin.

Dia menuturkan dengan membaca novelnya, lalu menonton filmnya, bakal membuat referensi masyarakat Indonesia menjadi lebih lengkap.

"Saya meriset kepada profesor Amerika, peneliti Minang dari Amerika, di Minang juga ada banyak peneliti tentang Hamka, ada dosen juga yang meneliti soal hermeneutika. Melihat dari saripati berbagai sumber dan ini menjadi unsur cerita ke dalam novel," lanjut A Fuadi.

Buya Hamka tak hanya dikenal sebagai seorang pahlawan nasional. Ia memimpin laskar dan berjuang dalam kemerdekaan Indonesia.

Jika ditanyakan, lanjut dia, apa hubungannya Buya Hamka dengan generasi anak muda sekarang.

"Saya bisa katakan perjalanan mencari jati diri. Buya Hamka adalah anak galau di masa lampau dan punya passion menulis. Passion yang lain untuk mendalami ilmu sampai excellent di bidangnya," sambungnya.

A Fuadi juga mengatakan sebaiknya masyarakat Indonesia bisa mencontoh sikap seorang Buya Hamka.

[Gambas:Instagram]



"Kebesaran hati Buya Hamka yang punya rasa cinta dan memaafkan orang-orang yang menyakitinya," tutur A Fuadi.

Meski ide awal penggarapan novel Buya Hamka untuk melengkapi versi filmnya, namun sutradara Fajar Bustomi menuturkan keberadaan dua medium ini akan menambah spektrum yang lebih luas lagi.

"Hamka adalah sosok inspirator yang menginspirasi banyak orang. Semoga apa yang dibuat sekarang, bisa memberikan karya terbaik untuk bangsa Indonesia lewat kisah hidup Hamka dan mengambil hikmah positifnya. Baca bukunya, nonton filmnya," tegasnya.



Simak Video "Film 'Buya Hamka' Mundur Tayang di Bioskop Akibat COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/mau)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT