Denada Mulai Gak Mau Jadi Pengecut Akui Ressa Anak Usai Ibu Meninggal

Denada Mulai Gak Mau Jadi Pengecut Akui Ressa Anak Usai Ibu Meninggal

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Selasa, 17 Mar 2026 20:02 WIB
Potret Denada Pamer Kue Ultah hingga Jajan Crepe di Bangkok
Denada Mulai Gak Mau Jadi Pengecut Akui Ressa Anak Usai Ibu Meninggal. (Foto: Instagram denadaindonesia)
Jakarta -

Penyanyi Denada kembali muncul ke publik setelah ramai tudingan dirinya membuang anak kandungnya, Ressa Rossano. Selama ini Denada memilih diam soal polemik tersebut dan hanya sempat memberikan klarifikasi melalui Instagram dengan mengakui sosok Ressa sebagai anaknya.

Dalam perbincangan di YouTube Feni Rose yang dilihat pada Selasa (17/3/2026), Denada mengungkap alasan ia selama bertahun-tahun tidak mengungkapkan kepada Ressa bahwa dirinya adalah ibu kandungnya. Menurutnya, selain diliputi rasa takut, ia juga khawatir pengakuannya justru akan merusak kehidupan Ressa yang sudah terasa sempurna bersama keluarga yang membesarkannya.

"Iya pada saat itu ada satu masa tuh yang aku pengin ngomong, takut, ngomong takut. Karena aku melihat kayak sudah picture perfect gitu. Sempurna kan. Maksudnya dia berada di sebuah keluarga, ada Om Dino sebagai sosok bapaknya, Tante Ratih sosok ibunya, yang sangat menyayangi dia, ada kakak-kakaknya," kata Denada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia takut jika pengakuannya justru menghancurkan kenyataan yang selama ini diyakini Ressa.

"Apakah kalau aku ngomong kayak gitu itu malah jadi akan merusak itu? Terus dia malah jadi marah sama aku, malah dia jadi makin benci sama aku. Dia memandang aku karena merusak realita yang dia tahu bahwa keluarganya complete," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Denada pun mengakui sikapnya saat itu dilandasi rasa takut yang besar.

"Aku pikir aku takut. Iya, aku yang pengecut, aku salah. Nggak semestinya aku kayak gitu," ujarnya.

Denada juga mengungkapkan sempat muncul penyesalan setelah Ressa mulai beranjak dewasa. Saat itu ia mulai berpikir untuk mengungkapkan kebenaran kepada anaknya.

"Pokoknya lumayanlah dia sudah mulai kayak beranjak dewasa," tuturnya.

Keinginan untuk berbicara sebenarnya kerap dibahas bersama sang ibu.

"Itu selalu jadi pembicaraan yang serius antara aku sama Mama. 'Kapan ya kita omongin ini? Kapan ya kita omongin ini?' Dan aku selalu minta bantuan Mama," kata Denada.

Ia dan ibunya juga berusaha mencari cara terbaik agar kabar tersebut tidak terlalu mengejutkan bagi Ressa.

"Kita harus caranya ngomonginnya supaya anaknya menerima ini dengan nggak kaget juga. Ya pasti kaget, tapi gimana caranya kita minimize itu," jelasnya.

Namun rencana tersebut tak pernah terwujud. Hal itu karena ibunya meninggal dunia sebelum sempat berbicara dengan Ressa.

"Tapi belum sampai momen itu tercapai Mama meninggal," ungkap Denada.

Setelah kepergian ibunya, Denada merasa tanggung jawab untuk berbicara kepada Ressa sepenuhnya ada di tangannya.

"Pada saat Mama meninggal itu aku langsung kayak, 'Oke, berarti sudah aku nggak punya yang bantu aku lagi untuk ngomong sama dia. Berarti sudah menjadi tanggung jawab aku'," katanya.

Sejak saat itu ia mulai berusaha menjalin komunikasi dengan Ressa secara lebih intens.

"Itu makanya aku berusaha untuk reach Ressa waktu itu, aku berusaha untuk ngobrol, deketin dia pelan-pelan. Dan memang habis kejadian Mama meninggal itu aku mulai komunikasi secara langsung dengan lebih intens dengan Ressa," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Denada juga mengaku tidak mengetahui bahwa Ressa sempat mendengar kabar tentang dirinya dari orang lain saat remaja. Di mana Ressa pernah bercerita bahwa saat usia belasan tahun, teman-temannya sempat mengatakan bahwa dirinya adalah anak Denada. Namun Denada mengaku tidak pernah mendapat kabar tersebut.

"Aku nggak tahu," ujarnya.

Ia hanya pernah mendapat cerita dari ibunya bahwa Ressa mungkin mulai curiga.

"Aku ingat Mama pernah ngomong gitu sama aku, 'Kayaknya dia sudah mulai curiga-curiga deh'. Aku langsung bilang, 'Makanya ayo kita harus segera omongin'," kenangnya.

Namun lagi-lagi pembicaraan itu tertunda karena mereka masih mencari waktu yang tepat.

Denada juga mengakui pertemuannya dengan Ressa selama ini terbilang jarang. Biasanya mereka hanya bertemu di momen tertentu seperti Lebaran atau acara keluarga. Di mana sebelumnya Ressa juga sempat diajak berlibur ke Australia bersama keluarganya bahkan bertemu putrinya, Aisha.

"Aku hanya berusaha untuk memaksimalkan momen itu. Karena aku tahu itu mungkin cuma akan terjadi selama sekian jam atau sekian hari gitu," ungkapnya.

Ia juga mengaku sering memperhatikan Ressa dengan penuh perasaan.

"Ya sudah aku maksimalin saja, aku ngelihatin dia gitu. Selama ini kan tahunya dari foto-fotonya Mama, dari video-videonya Mama," ungkapnya.

Meski demikian, Denada tak menampik ada rasa canggung setiap kali bertemu dengan anaknya.

"Pastilah ada rasa canggung. Tapi rasa canggung itu karena aku merasa bersalah sama dia. Aku merasa bersalah sama dia," pungkasnya.




(fbr/mau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads