Penyanyi Denada kembali muncul ke publik setelah ramai tudingan dirinya membuang anak kandungnya, Ressa Rossano. Selama ini Denada memilih diam soal polemik tersebut dan hanya sempat memberikan klarifikasi melalui Instagram dengan mengakui sosok Ressa sebagai anaknya.
Dalam perbincangan di YouTube Feni Rose yang dilihat pada Selasa (17/3/2026), Denada menceritakan masa-masa saat dirinya hamil di usia sekitar 20 tahun di luar pernikahan. Ia mengaku menjalani masa itu hampir sepenuhnya sendirian.
"Jadi aku sendiri pada saat itu. Dan aku melewati waktu sekian lama itu aku benar-benar sendirian. Nggak gampang, tapi pada saat itu tuh rasanya kayak it's you and me against the world gitu lho. Kayak ya ini kamu sama aku gitu. Kita akan lakukan ini bersama-sama berdua gitu," kata Denada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski penuh kebingungan dan ketakutan, ia tetap mantap mempertahankan kehamilannya.
"Walaupun pastilah ada ketakutan, pasti ada kebingungan. Kebingungan sih yang banyak, karena kan wah gimana ya gimana ya. Tapi mantap bahwa ini akan aku lakukan," lanjutnya.
Denada mengakui banyak pertimbangan yang membuatnya bimbang saat itu. Termasuk soal kemampuan membesarkan anak seorang diri.
"Tapi mungkin karena pada saat itu juga ada situasi yang terjadi kepadaku yang memang juga cukup berat. Jadi ada banyak pertimbangan-pertimbangan. Salah satunya adalah pertimbangan dari tadi gitu, mampu nggak ya gitu aku sendiri," ungkapnya.
Selama berbulan-bulan Denada juga menyembunyikan kehamilannya dari sang ibu, Emilia Contessa. Meski mereka tinggal satu rumah saat itu.
"Belum tahu. Pasti ada ketakutan ngomong sama Mama. Ketakutan dimarahin, ketakutan bagaimana nanti tanggapan dia, ketakutan bahwa dia akan kecewa," tuturnya.
Akhirnya Denada memberanikan diri memberi tahu ibunya saat usia kehamilannya sudah cukup besar.
"Pada saat aku memberitahukan, aku bukan cuma memberitahukan bahwa aku hamil, tapi juga aku bilang, 'Ma, aku hamil, dan aku akan mempertahankan bayi ini dan aku akan melahirkannya dan aku akan mengurusnya'," jelas Denada.
Menurutnya, sang ibu sempat kaget dan menangis ketika mendengar kabar tersebut. Namun ia tidak dimarahi.
"Mama itu ya just being Mama gitu. Dia langsung memberikan dukungan dan support-nya untuk aku," katanya.
Denada juga mengenang momen saat melahirkan Ressa. Menurutnya menjadi pengalaman emosional yang berat. Ia mengatakan melahirkan secara normal dan bayi tersebut lahir lebih cepat dari perkiraan.
"Aku melahirkan normal dan sebelum waktunya. Tapi alhamdulillah sehat," ujarnya.
Ketika kembali mengingat momen tersebut, Denada tak kuasa menahan tangis. Ia mengaku merasa sangat sendirian saat itu.
"Dan aku sedih banget. Dan aku sakit banget rasanya hari itu. I was so alone rasanya sakit, aku sendirian, aku sakit dan aku sedih sekali," tuturnya.
Baca juga: Alasan Ressa Rizky Balas Dingin Chat Denada |
Menurut Denada, ia hanya memiliki waktu singkat bersama bayi Ressa setelah melahirkan.
"Aku nggak bisa ingat sampai sekarang tepatnya berapa lama," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Denada juga mengakui sebenarnya sempat memiliki keinginan untuk suatu hari memberi tahu Ressa bahwa dirinya adalah ibu kandungnya. Namun ia mengurungkan niat tersebut karena diliputi berbagai ketakutan.
"Keinginan itu ada. Pasti. Terus kenapa nggak dijalanin? Ketakutan-ketakutan aku," katanya.
Ia takut Ressa akan marah atau bahkan membencinya jika mengetahui kebenaran tersebut.
"Aku merasa pertama aku merasa entar dia marah nggak ya sama aku kalau aku kasih tahu. Entar dia jadi benci nggak ya sama aku," ujarnya.
Denada menyadari keputusan menitipkan Ressa kepada keluarga lain mungkin membuat anaknya merasa ditinggalkan.
"Ya mungkin karena dia merasa harusnya kan aku sama dia, harusnya dia sama aku kan. Harusnya kan memang gitu," ucapnya.
Kini Denada mengaku sering menyesali keputusan yang diambilnya di masa lalu.
"Kalau aku bisa memutar waktu kembali gitu harusnya aku dulu tuh aku saja, sama aku saja gitu," tuturnya sambil kembali menangis.
Meski begitu, Denada mengatakan keputusan tersebut diambil dengan banyak pertimbangan keluarga dan ia tidak ingin menyalahkan ibunya.
"Ada banyak hal, tapi ini adalah cerita di keluarga kami," pungkasnya.
(fbr/mau)











































