Penyanyi Denada kembali muncul ke publik setelah ramai tudingan dirinya membuang anak kandungnya, Ressa Rossano. Selama ini Denada memilih diam soal polemik tersebut, hanya klarifikasi di Instagram saja.
Denada mengaku sebenarnya sudah lama ingin menyampaikan penjelasan dari sudut pandangnya. Namun ia memilih menahan diri karena banyak perasaan yang berkecamuk di dalam dirinya.
"Aku selama ini bukannya nggak kepengin untuk ngomong dan cerita dari sisi aku. Mungkin Kakak juga tahu dari mulai awal kasus ini keluar sampai dengan sekarang, ya ini adalah pertama kali aku keluar. Dan alasan aku sebenarnya karena tadinya tuh aku diam saja karena aku merasa kayak aku segala macam hal berkecamuk di diri aku," katanya dilihat di YouTube Feni Rose pada Selasa (17/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, Denada juga mengaku menyimpan rasa bersalah yang sangat besar terhadap banyak pihak, terutama Ressa.
"Aku merasa sangat amat bersalah ke Ressa, ke Aisyah, ke Mama, ke keluarga besar, ke adik-adik aku gitu," ungkapnya.
Denada merasa apa yang terjadi saat ini adalah sesuatu yang harus ia jalani sebagai konsekuensi atas kesalahan yang pernah ia buat.
"Ya mungkin ini memang harus aku alami. Dan aku harus menerima itu dan aku harus menjalani itu, sebagai ya nggak bisa membayar kesalahanku, tidak bisa menebus kesalahanku, tapi aku jalani itu sebagai itu adalah bagian dari apa yang kesalahan yang pernah aku bikin," tuturnya.
Lebih lanjut, Denada mengatakan sebenarnya sudah berusaha menghubungi Ressa sejak beberapa waktu lalu. Ia ingin bertemu langsung untuk memberikan penjelasan.
"Dan aku sampai ke satu waktu di mana aku merasa aku harus melakukan ini, karena aku kepengin mudah-mudahan di sini aku kepengin Ressa bisa lihat ini. Aku sebetulnya selama ini sudah berusaha untuk ngehubungin Ressa dan aku kepengin ketemu sama dia, karena aku berutang penjelasan-penjelasan ini kepada dia," katanya.
Denada juga menceritakan telah membuat video pengakuan pada 2 Februari. Sejak keesokan harinya, ia rutin mengirim pesan WhatsApp kepada Ressa.
"Dari mulai tanggal 3 Februari sampai setiap hari setelahnya aku tuh sebetulnya WhatsApp ke Ressa. Boleh aku bacain ya, setiap hari aku WhatsApp dia," ungkapnya.
Ia kemudian membacakan salah satu pesan yang dikirimnya.
"Jadi tanggal 3 Februari, satu hari setelah aku bikin video itu, aku WhatsApp dia. Aku bilang, 'Ressa, semoga Ressa sehat-sehat, amin ya rabbal alamin. Ressa kalau boleh dan kalau Ressa mau, ingin rasanya ketemu Ressa'. Aku bilang, 'Nggak untuk apa-apa. Aku hanya ingin ketemu, kalau boleh pengin peluk saja. Tapi hanya kalau Ressa mau saja. Paling lama 30 menit'. Tapi kalau Ressa nggak mau juga dimengerti kok," ujarnya.
Denada mengatakan sengaja menulis pesan seperti itu karena tidak ingin memberi tekanan kepada anaknya.
"Karena aku tahu aku salah. Jadi aku juga mengerti kalau seandainya Ressa pun masih belum mau ketemu aku, masih marah sama aku, nggak nyaman sama aku. Aku tahu aku mengerti, aku menerima itu," jelasnya.
Namun pesan-pesan tersebut sempat tidak mendapatkan balasan. Denada tetap mencoba menghubungi Ressa di beberapa hari berikutnya.
"Lalu di tanggal 4 Februari aku WhatsApp lagi. Nggak dibalas. Tanggal 5 aku WhatsApp lagi, nggak dijawab. Tanggal 6 aku WhatsApp lagi. Tanggal 7 aku WhatsApp lagi. Sampai tanggal 8 masih belum ada balasan. Tanggal 8 aku WhatsApp lagi, Ressa tadi ada jawabannya cuma yang 'Waalaikumsalam' itu tadi Kak," katanya.
Denada mengaku tetap berusaha mengirim pesan berisi doa dan dukungan kepada Ressa.
"Aku bilang karena aku lihat banyak orang yang begitu sayang sama dia. Aku senang, aku bahagia. Aku bilang, 'Insyaallah berkah rezekinya, selalu lancar berlimpah'. Tanggal 9 dan 11 Februari juga aku masih WhatsApp menanyakan kabar," bebernya.
(fbr/mau)











































