Pemerintah Hong Kong Cegah Pemutaran The Dark Knight, Kenapa?

ADVERTISEMENT

Pemerintah Hong Kong Cegah Pemutaran The Dark Knight, Kenapa?

Asep Syaifullah - detikHot
Senin, 24 Okt 2022 07:02 WIB
Film The Dark Knight
The Dark Knight (Foto: Dok. Warner Bros)
Jakarta -

Dalam waktu dekat ini, harusnya ada pemutaran film The Dark Knight karya Christopher Nolan yang dilakukan secara outdoor di Hong Kong. Namun rencana itu gagal setelah dilarang oleh pihak pemerintah.

Dilansir dari Variety disebutkan jika rencana pemutaran film yang dibintangi Christian Bale itu dilakukan pada 27 Oktober mendatang, namun pihak penyelenggara memilih mengembalikan uang para pembeli tiket pada akhir pekan ini setelah mendapatkan tekanan dari pemerintah.

Hal ini agak berbanding terbalik dengan beberapa tahun lalu. The Dark Knight sempat melakukan syuting di Hong Kong di mana kala itu Bruce Wayne pergi ke sana untuk mengejar pengusaha korup bernama Lau (Chin Han).

Pada film tersebut memang digambarkan kebobrokan dari sistem pemerintah dan kepolisiannya yang dengan mudahnya dibeli oleh Lau agar tunduk pada sang penjahat.

Entah kenapa pelarangan itu baru mereka terapkan sekarang, sementara The Dark Knight sendiri dirilis pada 2008. Beberapa media pun merasa jika pemerintahan China jadi lebih khawatir dengan paparan ide-ide luar melalui film, khususnya yang terjadi pada Hong Kong.

Sejak beberapa tahun belakangan di masyarakat Hong Kong mulai tumbuh konsep mainlandization atau konsep di mana mereka memilih untuk memisahkan diri dari China.

Bahkan pada 2020 pemerintah China kala itu benar-benar memangkas semua hal yang mengarah ke sana, mulai dari menutup kantor-kantor berita hingga menangkap para jurnalis yang menulis hal-hal tentang itu.

Kejadian pelarangan penayangan The Dark Knight pun memunculkan kekhawatiran yang cukup besar di masyarakat. Mereka takut jika film-film Hollywood lainnya akan kesulitan untuk bisa lolos sensor dan tayang di sana.

Sebelumnya juga Thor: Love and Thunder, Eternals hingga Lightyear tak boleh tayang di sana gegara dituding menampilkan unsur LGBTQ pada karakter di film. Selain itu ada pula yang menyebutkan jika film-film itu memiliki sedikit sentimen anti-China.

China memang cukup tegas untuk hal-hal berbau LGBTQ, mereka melarang pria-pria bergaya feminin tampil di televisi atau pun dalam film. Tak hanya itu, mereka juga menerapkan aturan untuk pihak produksi tak memakai filter kecantikan bagi serial televisi maupun film agar para aktornya tetap terlihat maskulin.

Menurut media China, sejumlah drama sempat ditegur karena membuat penampilan para aktornya terlihat tidak realistis. Hal itu disebabkan penggunaan filter yang berlebihan oleh tim produksi. Contohnya, dalam drama Sword Snow Stride, banyak orang yang mengkritik drama tersebut karena telah menggunakan filter berwarna hijau yang berlebih.

Hal ini membuat penampilan wajah aktor Zhang Ruo Yun terlihat tidak jelas. Selain itu, rambut aktor tersebut pun terlihat sedikit hijau.

Drama Tiongkok Fall In Love tahun 2021 juga mendapat kecaman dari publik karena telah menggunakan filter kecantikan yang berlebihan. Menurut publik, para aktor terlihat terlalu sempurna bahkan pori-pori kulit para pemeran tidak kelihatan sama sekali.



Simak Video "The Dark Knight hingga Shrek Jadi Film Nasional Amerika"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/dar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT