Di tengah prahara perceraian dan mencuatnya kasus korupsi, nama Ridwan Kamil juga diterpa isu miring. Mantan Gubernur Jawa Barat itu, sempat diisukan jalan-jalan ke Eropa bersama penyanyi Aura Kasih. Tak hanya itu, keberadaan vespa kuning juga dikaitkan dengan dugaan perselingkuhan Ridwan Kamil dengan sejumlah perempuan.
Menanggapi isu tersebut, kuasa hukum Ridwan Kamil, Oya Abdul Malik, angkat bicara. Ia menegaskan kabar tersebut tidak benar dan tidak memiliki dasar.
"Gak ada tanggapannya. Saya juga baru tahu nih dari rekan wartawan ada vespa-vespa ya sama jalan-jalan ke Eropa. Tapi ya itulah, saya cuma mau bilang netizen Indonesia ini luar biasa sekali, senang sekali kayak begitu," kata Oya Abdul Malik saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oya berharap isu-isu liar yang berkembang di media sosial segera berhenti, mengingat proses hukum yang sedang berjalan telah memasuki tahap penyelesaian.
"Tapi ya sudah, saya rasa narasi-narasi itu sudah selesai karena penyelesaiannya sudah ketok hari ini. Jadi saya harap, tidak ada narasi-narasi lagi yang merugikan baik pihak Pak RK maupun Ibu Atalia," ungkapnya.
Terkait isu perselingkuhan Ridwan Kamil dengan sejumlah perempuan, seperti Aura Kasih, Lisa Mariana, hingga Safa Marwah, Oya menyebut kliennya belum akan memberikan keterangan lebih lanjut.
"Belum ada keterangan itu. Kalaupun ada pernyataan, tetap saja masih digoreng-goreng. Contohnya, beliau sudah memberikan pernyataan di Instagram-nya, permintaan maaf, tapi masih tetap ramai juga," bebernya.
Oya juga dengan tegas membantah isu yang mengaitkan sebuah lukisan dengan putranya Arka dengan Aura Kasih.
"Iya lah! Lukisan opo? Saya juga gak tahu lukisannya apa. Sekarang semua bisa disambung-sambungin. Ada AI loh, bisa jadi itu AI," ujarnya.
Ia menegaskan, pihak Ridwan Kamil tidak akan menanggapi isu apa pun di luar perkara perceraian.
"Jadi kalau dari kami, apa pun yang beredar di luar sana, yang di luar urusan perceraian, kami tidak mau menuliskan dan kami pastikan itu tidak akan ditanggapi oleh Pak RK karena memang tidak terjadi seperti itu," pungkasnya.
(fbr/wes)











































