Festival Ruang Tengah Usung 'Membaca Asia', Sajikan Para Penulis Asia

ADVERTISEMENT

Festival Ruang Tengah Usung 'Membaca Asia', Sajikan Para Penulis Asia

Tia Agnes Astuti - detikHot
Jumat, 22 Jul 2022 20:42 WIB
Festival Ruang Tengah
Festival Ruang Tengah berlangsung pada 23 sampai 31 Juli 2022. Foto: Istimewa
Jakarta -

Selama sembilan hari, Penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) bakal menyelenggarakan Festival Ruang Tengah. Dibuka pada 23 Juli, festival yang membuka ruang untuk penulis dan pembaca itu bakal diberakhir pada 31 Juli 2022.

Di hari pertama penyelenggaraan, Festival Ruang Tengah bakal mengajak untuk gathering dengan tema 'Serba-serbi #MembacaAsia'. Sebagai pembuka, acara bakal berdiskusi tentang literatur Asia di Indonesia.

Perbincangan akan diikuti sejumlah narasumber yang berperan dalam perkembangan literatur Asia saat ini, seperti editor Juliana Tan dan Raya Fitrah dari penerbit Gramedia Pustaka Utama, penerjemah Gitta Lestari, ilustrator Martin Dima, dan juga pegiat literasi Arnoldus Iwan, yang bergiat dengan akun @enthalpybooks di Instagram.

Editor literatur Asia GPU, Juliana Tan, mengatakan karya-karya literatur Asia yang diterbitkan berasal dari banyak negara di Asia.

"Beberapa buku mendapatkan sorotan yang besar, di antaranya berasal dari Korea, Jepang, dan Tiongkok. Pembaca mulai meningkat membaca buku-buku Asia, maka kami berpotensi mencari judul-judul lainnya untuk diterbitkan," kata Juliana Tan dalam keterangan yang diterima detikcom.

Menurut Juliana Tan, tantangan bacaan-bacaan literatur Asia adalah mencari penerjemah yang sesuai.

"Dalam artian, mampu berbahasa asing sesuai naskah asli dengan baik sekaligus berbahasa Indonesia yang baik. Seringnya kami menjumpai penerjemah yang mahir bahasa asing tapi keahlian merangkai kalimat dalam bahasa Indonesia masih perlu ditingkatkan," tambahnya.

Setiap tahunnya, buku bacaan terbitan Asia terus mengalami peningkatan. Penerbit pun berusaha aktif untuk mencari penerjemah yang handal dan ilustrasi yang bisa menerjemahkan ke dalam visual yang berkualitas.

"Karya-karya terjemahan dari Asia Timur mendominasi segmen literatur Asia di Indonesia. Selain isi buku dan cara pengemasannya yang memang impresif, juga ditunjang dengan dukungan pembaca yang loyal," sambung Nina Andiana dari Manajer Bidang Fiksi GPU.

Selama dua minggu, para pencinta buku bisa mengikuti acara yang berlangsung secara hibrid via Zoom dan offline di Gramedia Matraman, Jakarta Timur.



Simak Video "Temuan Buku di TKP Keluarga Tewas di Kalideres Berisi Ajaran Agama"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT