Kasus Dugaan Akses Ilegal, Doktif Beberkan Awal Konflik dengan Shella Saukia

Kasus Dugaan Akses Ilegal, Doktif Beberkan Awal Konflik dengan Shella Saukia

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Rabu, 07 Jan 2026 21:07 WIB
Kasus Dugaan Akses Ilegal, Doktif Beberkan Awal Konflik dengan Shella Saukia
Doktif saat ditemui di PN Jakarta Selatan. Foto: Muhammad Ahsan Nurrijal/detikcom
Jakarta -

Dokter Samira Farahnaz (Doktif) bicara terkait laporan terhadap pemilik brand skincare Shella Saukia. Polisi diketahui, sudah menaikkan status Rahma Ina Putria alias Shella Saukia (SS), dari penyelidikan ke tahap penyidikan di Polda Metro Jaya atas dugaan akses ilegal dan penyebaran data pribadi.

Doktif mengungkapkan, laporan tersebut sebenarnya tidak pernah diinginkan sejak awal. Namun, rangkaian peristiwa panjang membuatnya memilih menempuh jalur hukum.

"Jadi ini case-nya panjang. Bukan case persekusi ya, kalau persekusi itu masih berproses karena memang banyak," kata Doktif di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Doktif juga menegaskan, menolak upaya damai yang sempat diajukan pihak SS. Ia menyebut masalah ini harus diselesaikan secara hukum.

"Mereka minta damai di Polres Pulo Gadung, di situ Doktif katakan tidak. Silakan laporkan ke Polda Metro Jaya. Anda laporkan Doktif, Doktif laporkan Anda. Kita selesaikan di meja hukum," tegasnya.

Menurut Doktif, prinsip kesetaraan di hadapan hukum menjadi alasannya karena melanjutkan proses hukum.

"Tidak ada manusia kebal hukum, karena Anda memiliki uang yang mungkin tidak berseri. Tapi, kita akan bongkar sebongkar-bongkarnya biar masyarakat tahu," lanjutnya.

Doktif menjelaskan, konflik bermula pada 17 Januari saat mendapati ribuan pesan masuk ke akun WhatsApp miliknya pada pagi hari. Ia menduga, nomor pribadinya telah disebarkan oleh SS melalui akun media sosial berinisial "I". Akibat kejadian tersebut, Doktif mengaku emosinya tersulut dan melakukan tindakan balasan.

"Ada yang berisi support, ada yang caci maki, ada yang ancaman. Akhirnya Doktif pasang yang namanya nomornya dia (SS) di profil WhatsApp-nya Doktif. Karena terpicu kekesalan yang luar biasa," jelasnya.

Namun, langkah itu justru berujung laporan terhadap dirinya. Doktif mengaku semakin kecewa ketika SS, disebut tidak mengakui pernah menyebarkan nomor pribadinya saat diperiksa penyidik.

Bahkan, Doktif menyebut penyidik sempat terkejut setelah melihat bukti yang diserahkan.

"Penyidik bilang, 'Loh kok segini sih SS?' setelah Doktif tunjukkan screenshot dengan waktu dan menit yang jelas," ujarnya.

Selain persoalan hukum, Doktif juga menyinggung dugaan overclaim produk skincare milik SS yang disebutnya belum ditarik dari peredaran.

"Setop melakukan kebohongan publik. Bahkan, produk Kamu sampai saat ini yang diduga melakukan overclaim tidak kamu tarik," tegasnya.

Doktif juga mengklaim omzet penjualan produk skincare tersebut mencapai angka fantastis.

"Di Januari 2024 sampai Agustus 2024, Doktif bisa melihat omzetnya itu hampir mendekati angka Rp 1 triliun. Rp 1 triliun dari penjualan skincare," bebernya.

Hingga saat ini, pihak Shella Saukia belum memberikan pernyataan resmi terkait pernyataan Doktif dan perkembangan penyidikan tersebut.




(fbr/wes)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads