Salinan Novel Langka The Handmaid's Tale Ini Tidak Bisa Dibakar

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 24 Mei 2022 16:20 WIB
LOS ANGELES, CA - SEPTEMBER 17:  Author Margaret Atwood, winner of the award for Outstanding Drama Series for The Handmaids Tale, poses in the press room during the 69th Annual Primetime Emmy Awards at Microsoft Theater on September 17, 2017 in Los Angeles, California.  (Photo by Alberto E. Rodriguez/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Novelis asal Kanada Margaret Atwood sukses menerbitkan The Handmaid's Tale dengan dunia dystopia dan apokaliptik-nya. Awal pekan ini, bertepatan dengan gala tahunan PEN America, ia bersama penerbit Penguin Random House mengumumkan membuat satu salinan buku langka.

Salinan buku itu tidak dapat dibakar dan bakal dilelang di rumah lelang Sotheby's New York.

Mereka meluncurkan inisiatif ini dengan video singkat yang menampilkan Margaret Atwood berusaha untuk membakar novel klasik tentang patriarki totaliter, Republik Gilead. Tapi peristiwa pembakaran itu hanyalah akal-akalan karena hasilnya nanti akan disumbangkan ke organisasi PEN.

Dalam sebuah wawancara, Margaret Atwood mengatakan peristiwa itu adalah hal yang tak terduga.

"Melihat novel klasik tentang bahaya penindasan yang terlahir kembali dalam edisi inovatif yang tidak dapat dibakar ini adalah pengingat yang tepat waktu tentang pertempuran melawan sensor," kata CEO Penguin Random House, Markus Dohle, dilansir dari AP.

Menurut dia, penerbit dan direktur kreatif dari Rethink yang mencetuskan ide tersebut. Novel The Handmaid's Tale yang terbit di dekade 1980-an mendapat sorotan beberapa tahun terakhir.

Dimulai dengan kebangkitan politik dan kepresidenan Donald Trump hingga era Me Too.

"Salinan The Handmaid's Tale yang tidak dapat dibakar dapat berfungsi sebagai simbol," kata Margaret Atwood.

Buku setebal 384 halaman yang dapat dibaca seperti novel biasa itu membutuhkan waktu pembuatan selama dua bulan untuk menyelesaikannya. Sampulnya memakai Cinefoil, produk alumunium yang diperlakukan secara khusus.

Lembaran buku pun sengaja dibuat sangat tipis sehingga naskah dijahit menjadi satu dengan tangan dan memakai kawat tembaga nikel.

"Satu-satunya cara Anda bisa menghancurkan buku itu adalah dengan mesin penghancur kertas. Kalau tidak, itu akan bertahan untuk waktu yang sangat lama," tukas perusahaan Cinefoil, Doug Laxdal.

Novel The Handmaid's Tale pernah mendapat larangan di salah satu sekolah menengah Texas. Bukunya disebut secara eksplisit secara seksual dan menyinggung orang Kristen. Pada 2021, The Handmaid's Tale juga ditarik dari sekolah Texas dan Kansas.

Novel ini sukses dijual jutaan eksemplar dan diadaptasi jadi serial televisi yang dibintangi oleh Elisabeth Moss.



Simak Video "Lama Absen di Dunia Akting, BCL Akui Rindu"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)