ADVERTISEMENT

Gudskul Ekosistem Bawa Pasar Ilmu ke Kassel

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 17 Mar 2022 12:35 WIB
ruangrupa menjadi direktur artistik documenta fifteen
Foto: Courtesy of Jin Panji/ Gudskul
Jakarta -

ruangrupa yang terpilih sebagai direktur artistik documenta fifteen yang berlangsung di Kassel, Jerman, memboyong berbagai kolektif seni dan seniman Tanah Air. Salah satunya adalah Gudskul Ekosistem.

Salah satu studi kolektif dan ekosistem seni rupa kontemporer yang berlokasi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, dibentuk dari tiga kelompok seni yakni ruangrupa, Serrum, dan Grafis Huru-Hara. Sejak 2018, Gudskul membuat banyak program bagi pegiat seni.

"Menariknya, bagaimana pengetahuan bisa terdistribusi ke teman-teman yang lain saat kolektif menjadi sebuah metodologi. Kami membuat semacam sekolah yang sampai sekarang sudah ada edisi keempat dan nantinya mau dilakukan di documenta," tutur MG Prianggono, perwakilan dari Gudskul Ekosistem, saat mengobrol mengenai documenta fifteen, baru-baru ini.

MG mengibaratkan karya seni yang dibawanya ke ajang pameran seni rupa kontemporer setiap lima tahun sekali itu sebagai 'pasar ilmu'. Gudskul membawa lumbung pengetahuan yang sudah diterapkannya ke Kassel, Jerman.

"Kita mengubah ruangan museum, yang juga sebagai tempat tinggal untuk lokasi belajar dan berkarya di sana," tambah MG.

"Tempat itu jadi ruang fungsional dan berkolaborasi dengan banyak kolektif seni lokal. Untuk sama-sama menggunakan ruang, dan kami membawa gagasan sekolah pasar ilmu," sambungnya.

Dalam proyek 'Pasar Ilmu', MG mempertemukan pengunjung lokal dengan metodologi yang dipunya Gudskul Ekosistem. Dari ruang itulah, diharapkan dapat saling bercerita.

"Ajang kolektif ini untuk berkumpul dan memberikan sesuatu apa saja sih yang dikasih. Nantinya bakal banyak praktik menarik," cerita MG.

documenta fifteen bukan sembarang pameran seni kontemporer biasa. Digelar setiap 5 tahun sekali di Kassel, Jerman sejak 1955, documenta merupakan ajang temu seniman antar negara, kurator, pegiat kreatif sampai pencinta seni selama 100 hari.

ruangrupa tercatat sebagai kolektif seni pertama yang memimpin penyelenggaraan documenta dan mengukir sejarah karena satu-satunya direktur artistik asal Asia sejak awal penyelenggaraan.

Konsep 'lumbung' dibawa oleh ruangrupa untuk perhelatan akbar tersebut. Seperti diketahui, lumbung adalah tempat ketika padi dihasilkan oleh masyarakat sebagai SDM masa depan.

documenta pun sejak awal digelar sebagai penyembuh luka para penikmat seni pasca perang.



Simak Video "Dewi Perssik Ungkap Angga Wijaya yang Pakai Nama Budianto"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT