ARTJOG Resilience Hadirkan Artcare, Ajak Publik Peduli Pegiat Seni

Tia Agnes - detikHot
Senin, 07 Sep 2020 11:36 WIB
ARTJOG Resilience Digelar di Jogja National Museum, Yogyakarta, terbuka untuk umum mulai 7 September-10 Oktober 2020.
ARTJOG Resilience menghadirkan program Artcare untuk mengajak peduli kepada sesama Foto: ARTJOG/ Istimewa
Jakarta -

Edisi khusus ARTJOG Resilience digelar saat pandemi COVID-19. Setelah menunggu perizinan dari pemerintah kota Yogyakarta, akhirnya Heri Pemad Management mengumumkan ARTJOG resmi dibuka mulai hari ini dengan aturan protokol kesehatan yang ketat.

Bagi kamu yang ingin menyambangi ARTJOG, ada aturan yang harus diterapkan sekaligus bisa mendaftar tiket harian senilai Rp 100 ribu lewat situs ARTJOG.

Di salah satu bagian ruang pamer ARTJOG, ada Artcare yang menghiasi bangunan Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Artcare adalah gerakan yang diinisiasi oleh komunitas Soboman 219 asal Yogyakarta.

Komunitas yang menginisiasi Artcare dimulai saat bencana alam gempa Yogyakarta pada 2006 dan erupsi Merapi di 2010. Saat ini, pandemi COVID-19 menempatkan publik dalam berbagai tekanan, tak terkecuali seniman dan pegiat seni.

Artcare kembali hadir yang dikelola oleh Yayasan Hita Pranajiwa Mandaya di ARTJOG Resilience. Ada 100 seniman yang menghadirkan karya 2Dimensi berukuran 20 x 14 cm untuk dijual sebagai paket karya kolaboratif.

ARTJOG Resilience Digelar di Jogja National Museum, Yogyakarta, terbuka untuk umum mulai 7 September-10 Oktober 2020.ARTJOG Resilience Digelar di Jogja National Museum, Yogyakarta, terbuka untuk umum mulai 7 September-10 Oktober 2020. Foto: ARTJOG/ Istimewa

Dalam siaran pers yang diterima detikcom, bentuk karya beragam mulai dari lukisan, foto, kolase, drawing, dan lain-lain. Satu paket terdiri 16 karya dari 16 seniman Tanah Air yang dibingkai dengan passe-partout serta dijual seharga Rp 15 juta per paket.

Direktur ARTJOG, Heri Pemad, menuturkan para seniman yang berpartisipasi di program Artcare adalah mereka yang mau berpartisipasi dan punya kepedulian terhadap sesama.

"Tapi prinsipnya seniman yang mempunyai warna, dia memberikan warna tersendiri untuk seniman Yogja. Ada juga seniman dari luar Yogja, tapi prinsipnya saya mengabsen teman-teman seniman yang mereka memang punya kepedulian untuk membantu," tutur Heri Pemad dalam video YouTube ARTJOG, seperti dikutip detikcom.

[Gambas:Instagram]



Tapi Heri Pemad menegaskan mereka yang berpartisipasi bukan seniman-seniman yang sudah mampu. "Tapi seniman-seniman ini mempunyai kepedulian lah. Prinsipnya kita mau mengambil kesamaan di situ, kepedulian," lanjutnya.

Awalnya ada 16 paket karya yang dipamerkan dan dijual. Tapi semua paket telah dijual dan pengumpulan karya masih dilakukan agar terkumpul paket tambahan.

"Seluruh hasil dari penjualan tersebut akan disumbangkan kepada pihak-pihak yang paling membutuhkan saat ini, baik seniman maupun masyarakat secara umum," tulis siaran pers.

Festival seni kontemporer tahunan ARTJOG menggelar edisi khusus yang bertajuk Resilience. Setelah preview untuk undangan dan kalangan tertentu bulan lalu, kini ARTJOG dibuka untuk umum mulai 7 September sampai 10 Oktober 2020.

Ada 3 sesi yang diterapkan setiap harinya. Ketiga sesi itu masing-masing terdiri pada pukul 10.00-12.00 WIB, 13.00-15.00 WIB, dan pukul 16.00 -18.00 WIB.

Setiap sesi hanya tersedia untuk kuota 60 orang. Untuk pengunjung yang ingin datang bisa membeli tiket via website ARTJOG dan mendaftar terlebih dahulu.



Simak Video "Kekaguman Donny Damara dan Ari Tulang Melihat ArtJog 11"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)