Perselisihan antara aktor Anrez Adelio dengan Friceilda Prillea alias Icel memanas. Setelah bungkam cukup lama, usai dilaporkan ke pihak kepolisian terkait dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dan tudingan lari dari tanggung jawab atas kehamilan Icel, Anrez Adelio akhirnya muncul.
Anrez Adelio secara tegas membantah, tudingan pihak Icel yang menyebut tidak memiliki itikad baik. Sebaliknya, ia mengklaim sudah ada pembicaraan mendalam bahkan kesepakatan tertulis di antara mereka.
"Kalau dari aku pribadi sih yang penting jauh sebelum ini semua ter-blow up, jauh sebelum kabar tidak mengenakkan ini menjadi konsumsi publik, aku dan keluarga, aku dan kuasa hukum pasti sudah melakukan hal yang baik. Sudah melakukan semuanya sesuai komunikasi, semuanya kita juga sudah ada kesepakatan," kata Anrez Adelio saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyoal dirinya yang disebut menghilang dan tidak bertanggung jawab, Anrez Adelio sangat terkejut. Sebab, pertemuan antar keluarga sudah pernah terjadi jauh sebelum kasus ini viral di media sosial.
"Sebenarnya sudah ada (pertanggungjawaban). Sebenarnya sudah ada, makanya yang membuat aku bingung, yang membuat aku kaget aku dibilang tidak ada itikad baik, tidak ada pertanggungjawaban padahal aku sudah bertemu sama keluarga," jelasnya.
Anrez Adelio menjelaskan alasan mengapa memilih untuk menutup rapat permasalahan ini selama berbulan-bulan. Ia menilai, masalah kehamilan di luar nikah dan konflik pribadi tersebut adalah sebuah aib yang sangat memalukan jika harus diumbar menjadi konsumsi publik.
"Aku tuh lebih gini loh, ini kan permasalahan yang tidak seharusnya jadi konsumsi publik. Buat aku pribadi memalukan, dalam artian apa? Ini aib loh. Masa bukannya kita selesein secara dewasa dan kekeluargaan malah kita harus gembor-gembor," tuturnya.
Meski merasa dipermalukan dengan langkah Icel yang mem-blow up kasus ini, Anrez Adelio, menyadari posisi hukumnya saat ini sedang diproses. Ia juga mengakui apa yang terjadi adalah sebuah kesalahan yang tidak patut dicontoh oleh siapapun.
"Kan aku tahu perbuatanku salah ya, aku tidak pernah membenarkan apa yang sudah terjadi ini. Ini tidak bisa dibenarkan. Aku berharap tidak dicontoh, makanya aku enggak mau sebenarnya sampai harus jadi ramai, jadi drama karena aku sudah ada itikad baik," ujar Anrez Adelio.
(ahs/wes)











































