Spotlight

Semesta Luruh Semesta Tumbuh Tak Sekadar Buku Kesehatan Mental

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 09 Nov 2021 14:40 WIB
Buku Semesta Luruh Semesta Tumbuh Karya Dedy Kurniawan
Penulis buku Semesta Luruh Semesta Tumbuh yang diterbitkan oleh Jendela Jiwa Publication. Foto: Courtesy of Jendela Jiwa Publication
Jakarta -

Kesehatan mental menjadi isu krusial dan dibahas saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia dan dunia. Bagaimana jika tema itu dibahas dalam buku perjalanan seseorang yang dibubuhi kutipan bermakna dan disertai ilustrasi menarik?

Hal itulah yang coba dituangkan oleh penulis buku Semesta Luruh Semesta Tumbuh yang ditulis oleh Dedy Kurniawan, pencipta brand nasional bernama Koola Stuffa.

Kali ini, spotlight culture detikHOT bakal membahas tentang buku Semesta Luruh Semesta Tumbuh. Bagaimana cerita tentang proses kreatif dan seluk-beluk di baliknya?

Dalam wawancara virtual kepada detikcom, Dedy Kurniawan mengatakan sebenarnya bukanlah seorang ahli dalam membahas kesehatan mental. Tapi berbagai pengalaman hidup membuat dirinya menuangkan cerita ke dalam buku yang diterbitkan oleh Jendela Jiwa Publication (Mizan Publishing).

"Saya bukan seorang expert, saya cuma seorang yang mengalami beberapa kegagalan dan bertahan untuk bisa melalui berbagai hal dalam hidup," katanya kepada detikcom.

Pola 'luruh' dan 'tumbuh' dalam setiap kehidupan akan terus berjalan sesuai dengan siklus. Jika pola itu dilakukan dengan baik sekaligus berdamai, maka bakal berakibat fatal.

Buku Semesta Luruh Semesta Tumbuh Karya Dedy KurniawanBuku Semesta Luruh Semesta Tumbuh Karya Dedy Kurniawan Foto: Courtesy of Jendela Jiwa Publication

"Aku mau lebih ke arah, ayo dong peka terhadap peristiwa itu. Makanya saya mengambil judul Semesta Luruh Semesta Tumbuh. Di saat Tuhan membuatmu luruh sekarang, pasti nanti ak membuat kamu tumbuh kok," sambungnya.

"Saya sering mengalaminya juga kok. Melalui buku ini saya berharap teman-teman yang baca peka sekarang. Dulu ada kok kejadian, yang setelah luruh akan tumbuh lagi, dan saya tuangkan ke dalam buku untuk mengingatnya," lanjut Dedy Kurniawan.

Semesta Luruh Semesta Tumbuh pun tak sekadar menjadi sebuah buku saja. Tapi juga gerakan yang mengajak pembaca agar peka dengan berbagai peristiwa dan perasaan yang ada di dalam diri sendiri.

Dalam buku Semesta Luruh Semesta Tumbuh berisi kutipan-kutipan atau toxic positivity dalam berbagai bentuknya. Buku interaktif ini berisi aktivitas dan lembaran-lembaran untuk kamu isi dengan kisah luruh dan tumbuhmu sendiri.

"Buku ini juga hadir untuk menemani dan mengingatkan kamu, bahwa untuk mencapai mimpi yang besar, kita harus terlebih dahulu menyiapkan mimpi-mimpi kecil yang lebih realistis untuk diraih," pungkasnya.

Bagaimana cerita berikutnya soal proses kreatif Semesta Luruh Semesta Tumbuh selanjutnya? Simak artikel berikutnya ya.



Simak Video "3.000 Buku Nikah di Kemenag Jambi Raib, Polisi Turun Tangan"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)