Spotlight

Lala Bohang Sentil Pembaca: Apakah Kamu Terbangun Sebagai Diri Sendiri?

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 02 Nov 2021 16:06 WIB
Lala Bohang
Lala Bohang menyentil para pembacanya lewat pertanyaan ini di buku terbaru Waking Up for the First Time Foto: Courtesy Lala Bohang/ Raja Siregar
Jakarta -

Membaca judul buku Waking Up for the First Time dengan sampul berwarna oranye, seakan menggelitik rasa penasaran para pembaca. Apa maksud dari penulis memilih judul tersebut?

Hal pertama itu yang ditanyakan dan memenuhi rasa penasaran detikcom ketika awal membaca judul buku tersebut. Lala Bohang tak main-main dengan buku terbarunya yang dirilis oleh penerbit Simpul Grup tersebut.

Dia mencoba menyentil para pembaca setianya, apakah kamu pernah terbangun untuk pertama kalinya sebagai dirimu sendiri?

Sembari tertawa, Lala Bohang yang berjumpa virtual dengan detikcom kemarin menjelaskan mengenai Waking Up for the First Time. "Waking up itu sebenarnya keseharian kita sebagai manusia ketika bangun tidur," ucapnya membuka jawaban.

"Begitu ditaruh pertama kalinya, mungkin ada beberapa orang yang kepikiran satu kejadian atau rencana ketika baru bangun tidur. Atau ada satu hal yang berubah point of view-nya," sambungnya.

Terbangun juga merupakan aktivitas berulang. Lala Bohang mengibaratkannya sebagai sebuah mesin cuci atau hamster yang berada di kandangnya.

Lala Bohang Luncurkan Buku Terbaru Waking Up for the First TimeLala Bohang Luncurkan Buku Terbaru Waking Up for the First Time Foto: Simpul Grup/ Istimewa

"Somehow kayak lebih terbangun dengan pengetahuan yang cukup dengan diri kita sendiri, kapasitas kita itu apa," kata penulis The Book of Questions tersebut.

Hal itu seakan remeh namun sekaligus terpenting bagi setiap orang. Pernyataan itu yang diungkap oleh Lala Bohang yang juga dikenal sebagai seniman visual.

"Banyak orang saat pandemi menjaga kewarasannya sendiri. Ada orang yang introvert pada akhirnya break. Orang introvert juga butuh waktu dengan manusia lain, dan gue melihatnya seperti kayak spektrum warna. Warna oranye dipilih untuk mewakili bangun," ucapnya.

Bagi Lala Bohang, saat pandemi mewabah di penjuru dunia termasuk Indonesia, saat terbangun dari tidur, dia pun merasa ada banyak hal yang berubah imbas COVID-19.

"Wah gila ya kita bisa membuat rencana atau cita-cita, tiba-tiba terjadi pandemi dan kayaknya efek samping yang cukup menarik dari pandemi itu wow kita itu kecil ya. Bermimpi saja bisa buyar," sambungnya.

Dalam menggarap Waking Up for the First Time, Lala Bohang menuliskannya selama hampir setahun. Dari ide dan judul tersebut, ia meramu 23 cerita pendek dalam bahasa Inggris.

Baca halaman berikutnya soal proses kreatif Lala Bohang.



Simak Video "Momen Afgan Dapat Kejutan dan Dipeluk Vanesha Prescilla di Java Jazz"
[Gambas:Video 20detik]