Pengakuan Versi Denada dari Awal Mengandung hingga Melahirkan Ressa Rizky

Pengakuan Versi Denada dari Awal Mengandung hingga Melahirkan Ressa Rizky

Desi Puspasari - detikHot
Rabu, 18 Mar 2026 04:10 WIB
Denada bicara soal Ressa Rizky Rossano.
Denada bicara tentang momen mengandung hingga melahirkan Ressa Rizky Rossano di channel YouTube. Foto: Channel YouTube Feni Rose
Jakarta -

Denada muncul untuk pertama kalinya lewat channel YouTube Feni Rose. Denada menceritakan versi dirinya tentang Ressa Rizky Rossano, putra pertamanya.

Ada beberapa hal yang Denada ungkapkan sejak hamil hingga melahirkan Ressa. Dia juga memberikan beberapa penegasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Hamil Ressa saat Umur 20 Tahun

Denada mengakui hamil Ressa Rizky Rossano saat berusia 20 tahun dan belum menikah. Perasaan Denada berkecamuk.

"Yang pasti aku takut, pasti ada. Bingung, pasti ada karena mungkin pada saat itu secara mental aku masih belum cukup dewasa," kata Denada.

ADVERTISEMENT

"Tapi pada saat dari pertama kali aku tahu bahwa aku hamil, aku tidak pernah ada keraguan selain dengan keputusan untuk keep the baby. Meneruskan kehamilan itu dan melahirkannya," tegasnya.

2. Sembunyikan dan Mempertahankan Kehamilan

Ketika mengetahui hamil, Denada yakin akan tetap mempertahankan kehamilannya. Dia siap menghadapi semua risiko.

"Ada ketakutan iya. Pada saat itu aku mengambil keputusan itu, langsung aku ambil keputusan itu dengan pemikiran dengan atau tanpa prianya," akunya.

"Aku tahu ada risiko itu. Dan... aku mungkin sudah sedikit memperkirakan bahwa itu akan terjadi. Tapi buat aku itu gak membuat aku ragu pada saat itu," ungkap Denada.

Dia mengambil keputusan itu dengan kesadaran penuh dan mantap. Meskipun, Denada sempat menyembunyikan kehamilannya.

"Pasti ada ketakutan ngomong sama Mama. Ketakutan dimarahi, ketakutan bagaimana nanti tanggapan dia, ketakutan bahwa dia akan kecewa," ucapnya.

"Pada saat aku memberitahukan, aku bukan cuma memberitahukan bahwa aku hamil, tapi juga aku bilang, 'Ma, aku hamil, dan aku akan mempertahankan bayi ini dan aku akan melahirkannya dan aku akan mengurusnya'," jelas Denada.

3. Momen Melahirkan Ressa

Denada menceritakan dirinya melahirkan Ressa dengan proses normal. Padahal Ressa lahir lebih cepat dari tanggal yang diperkirakan.

"Aku melahirkan normal dan sebelum waktunya, tapi alhamdulillah sehat," ujarnya.

"Kalau ke momen lahiran, yang aku ingat tuh aku pada saat itu aku sendiri dan aku sedih banget. Aku sakit banget rasanya hari itu," ceritanya sambil menangis.

Denada merasa waktunya bersama Ressa saat itu sangat singkat.

4. Ressa Gak Dibuang

Penyanyi berusia 47 tahun itu menegaskan gak pernah membuang Ressa. Denada menyebut dirinya mengandung dan melahirkan Ressa dengan penuh kasih sayang.

"Ressa tuh gak dibuang. Aku tuh mengandung dia dan melahirkan dia itu dengan penuh kasih, dengan penuh sayang. Aku mengambil keputusan itu sesadar-sadarnya, semantap-mantapnya tanpa ada keraguan. Dan aku gak kepengin dia merasa kayak gitu," kata Denada.

"Tapi aku ngerti dia merasa kayak gitu, itu salahku. Itu salahku gitu. Jadi aku cuma mau bilang bahwa gak, gak kayak gitu," lanjutnya.

Denada mengatakan kala itu mentalnya belum dewasa.

5. Denada Takut Bila Mengaku Kehidupan Ressa Rusak

Denada mengatakan ada keinginan untuk mengakui dirinya sebagai ibu kandung, jauh sebelum Ressa tahu. Namun, Denada mengaku takut dan khawatir bisa mengganggu atau merusak kehidupan Ressa.

"Iya pada saat itu ada satu masa tuh yang aku pengin ngomong, takut, ngomong takut. Karena aku melihat kayak sudah picture perfect gitu. Sempurna kan. Maksudnya dia berada di sebuah keluarga, ada Om Dino sebagai sosok bapaknya, Tante Ratih sosok ibunya, yang sangat menyayangi dia, ada kakak-kakaknya," kata Denada.

"Apakah kalau aku ngomong kayak gitu itu malah jadi akan merusak itu? Terus dia malah jadi marah sama aku, malah dia jadi makin benci sama aku. Dia memandang aku karena merusak realita yang dia tahu bahwa keluarganya komplit," tuturnya.

Dia mengaku ada rasa menyesal ketika melihat Ressa dewasa. Denada juga kerap membahas soal itu dengan mendiang Emilia Contessa.

"Itu selalu jadi pembicaraan yang serius antara aku sama Mama. 'Kapan ya kita omongin ini? Kapan ya kita omongin ini?' Dan aku selalu minta bantuan Mama," kata Denada.

Sayang, belum sampai mendapat waktu yang pas, Emilia Contessa meninggal dunia.




(pus/mau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads