Cobaan hidup yang datang bertubi-tubi tidak hanya menguji ketangguhan mental Inara Rusli, tetapi juga menjadi momen seleksi bagi lingkaranpertemanannya. Ibu tiga anak itu mengungkapkan sempat merasakan kesedihan mendalam ketika menyadari banyak orang yang dulu dianggap peduli kini justru menjauh di saat ia berada di titik terendah.
Kehilangan kepercayaan dari lingkungan sekitar menjadi salah satu beban emosional yang sempat dirasakannya. Namun, Inara Rusli mencoba merefleksikan kondisi tersebut sebagai proses pendewasaan diri untuk lebih mandiri dan kuat tanpa bergantung pada orang lain.
"Mungkin ada perasaan sedih ya, perasaan sedih karena tidak dipercaya oleh orang-orang yang pernah peduli sama kita, ditinggalkan, ada perasaan seperti itu. Tapi balik lagi, aku coba berefleksi ke diri aku yang dulu. Itu membuat aku sadar bahwa ketika kita ada di titik terendah, cuma ada satu orang yang siap men-support kita apa pun keadaan kita, yaitu diri kita sendiri," kata Inara Rusli saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan istri Virgoun itu tak menampik fenomena teman yang hadir hanya pada saat senang terjadi dalam hidupnya. Meskipun begitu, ia mengambil hikmah dari perubahan sikap orang-orang di sekelilingnya tersebut. Baginya, masalah yang ada justru membantunya melihat siapa saja sosok yang benar-benar tulus mendampinginya.
"Iya, jadi memang masalah itu sebenarnya ada hikmahnya. Salah satunya ya kita jadi bisa melihat lebih jelas mana-mana saja orang yang benar-benar tulus men-support dan mendoakan kita, dan percaya sama kita," tuturnya.
Menyikapi circle pertemanan yang kini semakin menyusut, Inara Rusli mengaku tak ingin menyimpan dendam. Pengalaman ditinggalkan oleh orang-orang terdekat justru ia jadikan bahan evaluasi untuk lebih berhati-hati dalam menaruh kepercayaan kepada orang lain di masa yang akan datang.
"Iya, pasti. Itu menjadi refleksi ke diri sendiri untuk lebih, ya, selektif," tegas Inara Rusli.
Meskipun menghadapi tantangan berupa pekerjaan yang tertunda hingga circle yang menjauh, mantan personel girlband Bexxa itu tetap berusaha menjaga pikiran positif. Ia meyakini segala kesulitan ini hanyalah fase sementara yang akan digantikan dengan sesuatu yang lebih baik jika ia mampu bersabar.
"Tapi tetap ber-husnuzan di sini bahwa semua ini akan lewat, dan kamu akan mendapatkan (sesuatu), kalau kamu sabar kamu bisa mendapatkan sesuatu yang indah dari Allah. Balikin lagi semuanya ke Allah, balikin lagi semuanya ke sunnatullah," pungkasnya.
(ahs/mau)











































