Di balik kesuksesan besar yang diraihnya saat ini, Baim Wong ternyata pernah melewati masa sulit yang cukup berat. Ayah dua anak ini mengungkapkan sekitar tahun 2018 hingga 2020 merupakan fase titik terendah dalam hidupnya secara finansial.
Kondisi sulit tersebut bermula ketika dirinya memutuskan untuk keluar dari sebuah rumah produksi besar dan mencoba untuk berdiri di atas kaki sendiri tanpa penghasilan tetap dari sinetron.
"Antara 2018 sampai 2020, tapi bulannya saya ingat bulan Februari. Karena saya keluar dari Sinemart, saya keluar, habis itu saya berjuang sendiri, ya di situ saya nggak bisa bayar KPR," kata Baim Wong saat ditemui di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, (17/3/2026).
Masalah keuangannya kala itu semakin diperparah oleh kegagalan berulang yang ia alami di sektor bisnis kuliner. Ia mengaku telah mencoba berbagai peruntungan di dunia kuliner sejak tahun 2007, namun mayoritas dari usaha tersebut berakhir dengan kebangkrutan yang menguras tabungannya.
"Saya sebenarnya banyak bangkrutnya itu di restoran. Saya buka restoran bangkrut terus dari tahun 2007 sampai 2020. Uangnya itu kebanyakan habis di situ," jelasnya.
Baca juga: Penampilan Baim Wong Usai Stem Cell Hidung |
Karena tak ingin merepotkan orang tuanya, mantan suami Paula Verhoeven itu sempat berpikir untuk menjual aset pribadinya demi menyambung hidup dan melunasi kewajiban finansial. Salah satu barang berharga yang hampir ia lepas adalah mobil mewah miliknya yang kerap digunakan untuk mobilitas sehari-hari.
"Susahnya itu karena gak pernah minta lagi uang dari Papa Mama, ya itu doang. Gak terbiasa untuk minta yang akhirnya gak punya uang, ya maunya jual barang. Mobil Alphard saya ingat banget saya sudah mau jual," kenangnya.
Roda nasib berputar ketika Baim Wong mulai merambah dunia konten kreator. Melalui kanal YouTube yang awalnya dibangun tanpa rencana matang, ia justru menemukan jalan keluar dari jeratan kesulitan ekonomi hingga menjadi salah satu kreator konten paling sukses di Tanah Air.
"Sangat, sangat (YouTube jadi titik balik). Dari gak ada kerjaan sampai buat YouTube karena gak ada kerjaan. Gak sengaja. Karena kan kita juga buat kontennya ya memang iseng, memang suka bagi-bagi buat orang senang," pungkasnya.
(ahs/mau)











































