Spotlight

Sajak-sajak Mboel dari Sapardi Djoko Damono pada Istri Tercinta

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 21 Jul 2020 13:34 WIB
Sapardi Djoko Damono
Sapardi Djoko Damono menulis 80 sajak untuk istri tercinta Sonya Sondakh yang berjudul Mboel Foto: Gramedia Pustaka Utama/ Istimewa
Jakarta -

Sapardi Djoko Damono meninggalkan 3 karya terakhir yang belum rilis. Dua karya di antaranya sudah masuk ke meja redaksi penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) dan siap terbit dalam waktu dekat.

Salah satu karya terakhir Sapardi Djoko Damono adalah buku kumpulan sajak berjudul Mboel. Buku yang terdiri dari 30 sajak itu persembahan terakhir Sapardi Djoko Damono kepada istrinya, Sonya Sondakh.

Sapardi Djoko Damono menghembuskan napas terakhirnya di RS Eka Hospital pukul 09.17 WIB pada Minggu (19/7/2020).

Editor Sastra GPU, Mirna Yulistianti, membocorkan mengenai buku kumpulan puisi berjudul Mboel yang ditulis Sapardi Djoko Damono.

"Bentuknya puisi lirik, ada yang bentuknya narasi. Setiap puisi ada penomoran sampai nomor 80," jelas Mirna ketika diwawancarai detikcom, Selasa (21/7/2020).

Di bagian awal buku, Mirna membacakan catatan khusus Sapardi mengenai buku kumpulan puisi Mboel. Sapardi Djoko Damono menuliskan 80 sajak untuk istrinya adalah karya baru dan belum pernah dimuat di media cetak mana pun.

"Buku sajak ini semacam tribut kepada perempuan yang saya sapa Mboel. Semacam catatan harian untuk Ibu Sonya Sondakh," ujar Mirna sambil membacakan bocoran awalan buku sajak Mboel.

[Gambas:Instagram]



Salah satu sajak menarik yang dituliskan Sapardi Djoko Damono mengenai perjalanan keduanya ke mal dan makan di restoran favorit. "Ini sebenarnya percakapan mereka dan menarik dituliskan Pak Sapardi," jelasnya.

Menurut Mirna, semangat Sapardi Djoko dalam menulis dan menerbitkan karya tak menghentikannya meski ada di usia senja. Hampir setiap bulan, penulis kelahiran Solo itu mengirimkan naskah terbaru.

Naskah terakhir yang dikirimkan kepada pihak GPU tertanggal 25 April dan segera disunting oleh editor. Setelah menerbitkan novel Segi Tiga tentang ruwetnya cinta pertama awal tahun ini, penerbit sudah menerima naskah baru tersebut.

Suasana rumah duka Sapardi Djoko DamonoSuasana rumah duka Sapardi Djoko Damono pada Minggu (19/7/2020) Foto: Febri/detikcom

"Saking banyaknya naskah, saya dan bapak agak kebingungan mengatur jadwal penerbitan. Awal tahun ini, ada novel Segi Tiga trus langsa Mantra Orang Jawa. Kami nggak pengin terlalu membebani pembaca, pastinya mau nabung dulu. Makanya kami mengatur jarak buku-buku Pak Sapardi yang akan terbit," ujarnya.

Sepeninggal Sapardi Djoko Damono, GPU tetap meneruskan dan menjaga buku-bukunya yang segera terbit.

"Kami akan tetap menjaga karya-karya Pak Sapardi yang sudah diterbitkan dan akan menerbitkan naskah yang dikirim ke kami, dengan seizin keluarga tentunya. Karena sastra Indonesia tanpa kehadiran Sapardi Djoko Damono tidak akan sampai ke tahap sekarang ini," tukasnya.

Rencananya, buku kumpulan puisi berjudul Mboel segera rilis Agustus 2020. Simak artikel berikutnya ya.



Simak Video "Cerita Dewa Budjana yang Gagal Kolaborasi Bareng Sapardi Djoko Damono"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)