detikHot

Spotlight

Sapardi Djoko Damono Tinggalkan 3 Karya Terakhir Sebelum Pergi

Selasa, 21 Jul 2020 12:32 WIB Tia Agnes - detikHot
Sapardi Djoko Damono Sapardi Djoko Damono meninggal 3 karya yang belum terbit Foto: detikcom
Jakarta -

Sastrawan besar Sapardi Djoko Damono meninggal pada 19 Juli pukul 09.17 WIB. Kabar kepergian Sapardi Djoko Damono membawa duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan pencinta sastra.

Lebih dari 5 dekade, penyair Hujan Bulan Juni itu berkarya. Di usia senja, Sapardi Djoko Damono tak berhenti menulis dan tetap merilis buku-buku yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU).

GPU menjadi penerbit yang menerbitkan karya-karya sang maestro sejak 2013. Penerbit yang terbesar di Indonesia itu pula yang diapresiasi oleh Sapardi Djoko Damono saat menerima penghargaan lifetime achievement dari Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2018.

Sebelum meninggal, Sapardi Djoko Damono sudah menyerahkan beberapa naskah untuk diterbitkan. Dua naskah sudah masuk ke meja redaksi bagian sastra GPU, dan satu draf lagi belum rampung tapi sudah dipublikasikan di akun Instagram pribadi Sapardi Djoko Damono.

Editor Sastra GPU, Mirna Yulistianti, menuturkan dua naskah yang sudah siap terbit.

"Satu buku non-fiksi berjudul Sosiologi Sastra dan buku kumpulan sajak judulnya Mboel yang dikirim 25 April," tutur Mirna, ketika dihubungi detikcom, Selasa (21/7/2020).

Mirna melanjutkan informasi buku yang dipublikasikan Sapardi Djoko Damono di akun Instagram soal novela Minuman Keras masih tahap draf.

[Gambas:Instagram]




"Saya rasa masih draf, kami belum terima naskahnya. Bapak memang sempat menyebutkan sedikit soal novel itu tapi cuma belum tahu ke depannya," terang Mirna.

Saat tim Sastra GPU bertemu dengan Sapardi Djoko Damono sebelum meninggal, penyair kelahiran Solo itu bersemangat menceritakan soal buku kumpulan puisi Mboel. Bukunya terdiri dari 80 sajak.

Mirna membocorkan Mboel semacam puisi kisah cinta Sapardi Djoko Damono kepada istrinya, Sonya Sondakh. Di bagian awal buku, Sapardi Djoko Damono menuliskan buku kumpulan puisi Mboel adalah sajak-sajak terbaru dan belum pernah dimuat di media cetak apa pun.

Buku-buku Sapardi Djoko DamonoBuku-buku Sapardi Djoko Damono Foto: Tia Agnes/detikHOT

"Buku sajak ini semacam tribut kepada perempuan yang saya sapa Mboel. Semacam catatan harian untuk Ibu Sonya Sondakh," ujar Mirna sambil membacakan bocoran awalan buku sajak yang bakal terbit 10 Agustus.

Di bawah naungan GPU, ada 25 buku Sapardi Djoko Damono yang terbit di antanya buku kumpulan puisi, novel, kumpulan cerpen hingga buku bergambar. Di perayaan ulang tahun yang ke-77, GPU pernah merilis 7 buku sekaligus dan menjadi momen yang terindah dalam sejarah kepenyairan Sapardi Djoko Damono.

"Judul-judul 7 buku yang rilis itu paling dikenang oleh pembaca sastra, terutama buku Duka-Mu Abadi yang memuat puisi-puisi awal Pak Sapardi waktu Beliau masih mahasiswa," kenangnya.

Ke-7 buku yang rilis waktu itu di antaranya adalah Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro?, Ayat-ayat Api, Duka-Mu Abadi, Kolam, Namaku Sita, Sutradara itu Menghapus Dialog Kita, dan novel Pingkan Melipat Jarak, yang merupakan novel kedua dari trilogi Hujan Bulan Juni.

Kali ini, spotlight culture detikcom bakal membahas karya-karya terakhir Sapardi Djoko Damono sebelum meninggal. Simak artikel berikutnya.




Simak Video "Cerita Dewa Budjana yang Gagal Kolaborasi Bareng Sapardi Djoko Damono"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com