Sepeninggal Sapardi Djoko Damono, Festival Hujan Bulan Juni Tetap Digelar

Tia Agnes - detikHot
Senin, 20 Jul 2020 10:28 WIB
Sapardi Djoko Damono
Sapardi Djoko Damono meninggal dunia Foto: Gramedia Pustaka Utama/ Istimewa
Jakarta -

Dunia sastra Indonesia kembali berduka bulan ini. Sastrawan besar Sapardi Djoko Damono meninggal di usia 80 tahun, kemarin.

Sapardi Djoko Damono menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Eka, BSD, Tangerang Selatan, pada Minggu (19/7/2020) pukul 09.17 WIB.

Kepergian Sapardi Djoko Damono membawa duka yang mendalam bagi kerabat terdekat dan pembaca karya-karyanya. Sebelum Sapardi Djoko Damono meninggal, Alumni Universitas Indonesia (UI) menggelar acara Festival Hujan Bulan Juni secara daring.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, menuturkan Festival Hujan Bulan Juni tetap bakal digelar sepeninggal Sapardi Djoko Damono.

"Kita sudah menyelenggarakan berbagai kegiatan nanti Agustus juga ada peluncuran buku juga, buku beliau. Tentu kita akan melanjutkan Festival Hujan Bulan Juni. Walaupun itu bukan dari pemerintah tapi dari temen-temen alumni FIB UI untuk buat inisiatif," kata Hilmar Farid ditemui di rumah duka Sapardi Djoko Damono, Komplek Dosen UI, Ciputat, Tangerang Selatan.

Menurut Hilmar Farid, Sapardi Djoko Damono punya banyak rumah untuk berkarya. Novelis Soekram itu juga punya kawan-kawan dari berbagai lintas generasi.

Dia mengatakan saat bertemu dengan teman-teman Alumni FIB UI, pembicaraan mengenai Festival Hujan Bulan Juni juga dibicarakan.

"Kita juga tadi kita sempet kumpul, udahlah teruskanlah ini Festival Hujan Bulan Juni tahun depan ya. Kita akan jalan ya, itu yang konkret akan kita lakukan," kata Hilmar Farid.

Hilmar Farid mengaku ia terakhir berkomunikasi dengan Sapardi Djoko Damono saat pembukaan festival awal Juni.

"Tanggalnya saya lupa, tapi awal Juni, sempet diskusi bareng dia dari rumah, saya juga dari rumah sama-sama. Acara online waktu itu," katanya.

[Gambas:Instagram]



"Semalam beliau juga masih ada ketawa segala macem dengan kondisinya cepet. Ya walaupun usia 80 tahun tapi sampai hari terakhir, beliau spiritnya kuat," tukas Hilmar Farid.

Sepanjang Juni 2020, Alumni FIB UI menggelar perayaan karya-karya Sapardi Djoko Damono dengan berbagai apresiasi. Ada Reda Gaudiamo, Hauritsa, Dian Sastrowardoyo, Berto Tukan, Kelly Tandiano, Oppie Andaresta, Garin Nugroho sampai pendiri Teater Garasi Yudi Ahmad Tajudin.

Sejumlah penghargaan juga berhasil diraih Sapardi Djoko Damono di antaranya Cultural Award dari Australia pada 1978, SEA Write Award dari Thailand pada 1986, Anugerah Seni dari pemerintah Indonesia di tahun 1990 hingga lifetime achievement di ajang Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2018.



Simak Video "Cerita Dewa Budjana yang Gagal Kolaborasi Bareng Sapardi Djoko Damono"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)