Review Wednesday: Gelap, Liar dan Adiktif!

ADVERTISEMENT

Review Wednesday: Gelap, Liar dan Adiktif!

Candra Aditya - detikHot
Kamis, 01 Des 2022 18:29 WIB
Adegan dari serial Wednesday yang kini bisa disaksikan di Netflix.
Foto: dok. Netflix
Jakarta -

Kalau Anda menyukai dua film The Addams Family yang dirilis dekade 90-an, nama Wednesday Addams pasti tak asing. Berkulit pucat, sense of fashion-nya sungguh aneh ditambah dengan caranya merespons situasi yang tidak biasa membuatnya langsung mencuri perhatian. Ini bukan hal yang mudah mengingat Wednesday adalah satu dari banyak karakter yang semuanya memang didesain untuk membuat penonton mengangkat alis. Tidak mengherankan sebenarnya kalau kelak ia mendapatkan panggung sendiri. Beruntung kita bisa menyaksikannya tumbuh dewasa di tangan Jenna Ortega.

Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi serial Wednesday untuk memberi tahu ke penonton bahwa karakter utama kita adalah sosok yang unik. Wednesday dibuka dengan si gadis gothic menemukan bahwa adiknya di-bully oleh anak-anak di sekolah. Wednesday (Jenna Ortega) akhirnya membalas ini dengan melepaskan ikan piranha ke kolam renang sebelum mengucapkan kalimat seperti: "Hanya aku yang bisa menyiksa adikku sendiri."

Morticia atau Tish (Catherine Zeta-Jones) dan Gomez (Luis Guzman), orangtua Wednesday tahu bahwa putri mereka bukan sembarangan. Mereka sudah pindah sekolah beberapa kali karena kelakuan anaknya. Tish dan Gomez akhirnya memindahkan Wednesday ke almamater mereka. Menaruh seorang gadis aneh di sekolah khusus orang-orang aneh merupakan keputusan yang tepat. Tapi apakah benar begitu?

Wednesday ternyata tetap aneh walaupun berada di sebuah ekosistem yang mendukung keanehannya. Tapi segera ia menghadapi sesuatu yang tidak pernah ia hadapi sebelumnya: sistem sosial, cowok-cowok ganteng, dan pembunuhan misterius yang menggelitik rasa penasarannya. Wednesday pun akhirnya memutuskan untuk mencari tahu akar masalahnya.

Ada tiga sutradara yang menggarap delapan episode Wednesday tapi mungkin hanya nama Tim Burton yang dijadikan bahan promosi. Tidak mengherankan mengingatkan style Burton cocok sekali dengan filosofi hidup karakter utamanya. Netflix yang memang terkenal suka menghambur-hamburkan uang sekali lagi mendukung kreatornya. Dalam kasus Wednesday penonton diundang untuk memecahkan sebuah misteri dengan visual khas Burton yang melenakan. Presentasi audio visualnya mencuri perhatian.

Dari segi plot, Wednesday yang dibuat oleh Alfred Gough dan Miles Millar dengan cerdas memilih lanskap remaja sebagai wahana permainannya. Tentu saja Wednesday masih memberikan misteri dan keanehan khas The Addams Family. Tapi membuat karakternya harus berjuang di dunia pergaulan remaja yang memang terkenal menyeramkan bahkan tanpa embel-embel "fantasi" membuat serial ini menjadi sedikit lebih renyah. Sebenarnya plot-plot remaja Wednesday memang terasa terlalu familiar karena genre ini memang kerap dieksploitasi oleh pembuat film. Tapi yang berbeda di sini adalah permainan aktornya. Riverdale tidak punya Jenna Ortega.

Adegan dari serial Wednesday yang kini bisa disaksikan di Netflix.Adegan dari serial Wednesday yang kini bisa disaksikan di Netflix. Foto: dok. Netflix

Memerankan sebuah karakter ikonik yang sudah terkenal merupakan tugas yang berat. Apalagi kalau karakter tersebut sudah pernah dimainkan oleh aktor yang sangat sempurna (Christina Ricci yang sebelumnya memerankan Wednesday di versi film muncul juga di sini sebagai karakter lain). Beban berat tersebut ternyata bukan masalah bagi Jenna Ortega karena dia bisa mengunyah semuanya seolah-olah ini hanyalah cemilan biasa.

Kalau Anda menyaksikan musim kedua You, sekuel The Babysitter atau X dan Scream yang dirilis tahun ini pasti Anda tahu apa yang bisa dilakukan oleh Ortega. Ia bisa mengunyah semua genre dengan mudah. Yang paling mengagumkan mungkin adalah bagaimana naturalnya ia mengucapkan dialog-dialog sarkas. Pembuat Wednesday sepertinya tahu ini. Karakter utama biasanya selalu menjadi bagian paling membosankan bagi kebanyakan serial. Dalam kasus Wednesday ini adalah pengecualian. Semua adegan yang ada Jenna Ortega terasa menyala. Ia benar-benar sempurna menjadi Wednesday.

Tidak hanya ia tahu bagaimana menjadi ikon gadis gothic tapi ia mempunyai chemistry yang baik dengan semua lawan mainnya. Jenna Ortega membuat semua plot murahan seperti berantem dengan gadis populer atau naksir dengan cowok remaja menjadi sesuatu yang seru. Anda masih belum yakin? Tunggu sampai Anda melihat adegan prom dan melihat Wednesday berjoget. Saya yakin Anda akan mulai mencintainya seperti saya mencintai Jenna Ortega. Saya sungguh tidak sabar menyaksikan musim keduanya. Netflix seharusnya bisa bernafas lega sekarang karena mereka sudah menemukan lawan yang sepadan yang bisa bertanding dengan Stranger Things.

---

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.

(aay/aay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT