Wednesday Buktikan Plot Klasik Scream Tetap Menarik di Tangan Tim Burton

ADVERTISEMENT

Wednesday Buktikan Plot Klasik Scream Tetap Menarik di Tangan Tim Burton

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Selasa, 29 Nov 2022 09:46 WIB
Adegan dari serial Wednesday yang kini bisa disaksikan di Netflix.
Foto: dok. Netflix
Jakarta -

Ada satu aturan di Scream (1996) yang kembali digarisbawahi pada rilisan terbarunya tahun 2022 ini. Meski ditampilkan berulang kali, di tangan sutradara dan penulis yang tepat, formula ini masih terbukti efektif untuk memberikan ketegangan dan misteri dalam sebuah tontonan. Serial Wednesday karya Tim Burton yang merupakan produksi original Netflix membuktikannya.

Spoiler alert!

Ada satu kesamaan antara Scream (1996), Scream (2022), dan Wednesday. Yakni pertanyaan soal siapa pelaku kejahatan yang sebenarnya. Di film pertama Scream, hal ini merupakan klimaks dari kejutan demi kejutan yang dihadirkan sepanjang film. Pelaku kejahatannya ternyata adalah orang yang paling dekat dengan Sidney Prescott. Saking hal tersebut selalu berulang, di film kelima Scream (2022) bocoran pelakunya bahkan ditampilkan dalam poster yang bertuliskan: pelakunya selalu orang yang kau kenal!

Secara cerita, Scream (1996) dan Scream (2022) menampilkan plot yang berbeda karena pemain-pemainnya pun sudah berubah. Namun benang merah ceritanya masih sama. Ketika penjahat utamanya dibeberkan ke layar, penonton seolah tidak terkejut, karena sebenarnya hal ini sudah bisa ditebak dari awal. Tapi alih-alih fokus pada tebakan tersebut sehingga menjadikan perjalanan filmnya tidak menarik, cerita dan visual yang ditampilkan sepanjang film sangat berhasil sehingga semua jadi sangat bisa dinikmati.

Setelah menyaksikan 8 episode serial Netflix Wednesday, kita bisa merasakan formula ini juga. Bedanya, karena ini adalah serial TV maka karakter yang ditampilkan jauh lebih banyak yang berarti jauh lebih banyak teori dan kemungkinan juga soal pelaku kejahatannya. Namun penonton yang jeli pasti sudah tahu siapa yang jahat di sini dari episode pertama.

Tapi sekali lagi walaupun kamu melabeli Wednesday dengan "ah ceritanya ketebak banget", tidak lantas menjadikan serial ini membosankan. Setiap episode cerita mengungkap lapisan demi lapisan cerita dengan cara yang tidak terduga dalam dunia Tim Burton yang sangat imajinatif. Berlatar sekolah buat para outcast (atau orang-orang buangan) bernama Nevermore, semua hal yang tidak mungkin terjadi di dunia biasa bisa terjadi di sini.

Adegan dari serial Wednesday yang kini bisa disaksikan di Netflix.Salah satu adegan tak terlupakan dari serial Wednesday yang kini bisa disaksikan di Netflix. Foto: dok. Netflix

Wednesday sangat kaya akan karakter dengan latar belakang cerita yang sangat bisa diperah Netflix buat musim-musim berikutnya (kalau mereka memutuskan untuk melanjutkan serial ini dengan musim terbaru). Di season pertama ini saja, kita bisa melihat banyak sisi dari Wednesday Addams (diperankan Jenna Ortega) dan perkembangan karakter yang sangat berarti buat dia. Petualangan Wednesday sepanjang 8 episode sangat memuaskan. Kreator serial ini, Miles Millar dan Alfred Gough, mengemas cerita sang remaja gothic tanpa perasaan tersebut dalam balutan drama, thriller, detektif, komedi, persahabatan, kisah cinta, hingga permasalahan keluarga. Fun fact, Jenna Ortega juga main di Scream (2022).

Estetik Tim Burton dalam Wednesday juga menjadikan serial ini berbeda dari kisah-kisah serupa. Tim Burton menyutradarai beberapa episode dari serial Wednesday sekaligus juga menjadi produser eksekutif buat produksinya secara keseluruhan.

Wednesday mengawali hari-harinya sebagai murid Evermore setelah pindah-pindah dari sekolah "anak-anak normal". Dia tidak suka sekolah itu karena bayang-bayang ibunya, Morticia (diperankan Catherine Zeta-Jones), ada di semua dinding sekolah. Ketika berniat kabur, Wednesday terlibat dalam sebuah kasus yang menggelitik rasa penasaran dan keinginannya untuk mengungkap kebenaran. Dalam perjalanan itu, dia bertemu dengan berbagai macam karakter mulai dari guru terlalu ramah bernama Marilyn Thornhill (diperankan Christina Ricci) hingga cowok ganteng barista kafe yang diam-diam dia taksir bernama Tyler (diperankan Hunter Doohan).

Adegan dari serial Wednesday yang kini bisa disaksikan di Netflix.Adegan dari serial Wednesday yang kini bisa disaksikan di Netflix. Foto: dok. Netflix

Kemunculan Christina Ricci di proyek Wednesday Netflix ini tentu sangat istimewa karena sang aktris sebelumnya memerankan karakter yang sama diproduksi Tim Burton tahun 1991. Inilah yang kemudian membuat penonton jadi tidak bisa menahan diri untuk menebak-nebak peran Ricci dalam serial Wednesday, karena tak mungkin dia muncul hanya sebagai penggembira. Lalu hubungan Tyler dengan Wednesday yang berkembang dengan sangat cepat juga mau tidak mau menimbulkan pertanyaan juga. Kalau di Scream, si cowok pacar pemeran utama selalu jadi pelaku, apakah di Wednesday juga demikian? Spoiler: ya memang.

Di tangan Tim Burton serta Miles Millar dan Alfred Gough, formula itu jadi sebuah tontonan yang sangat enak buat dikunyah sekali duduk. Meski dalam durasi yang cukup panjang per episode-nya, Wednesday akan membuat kamu betah untuk binge-watching dari awal sampai akhir tanpa putus. Layer cerita yang kaya dengan plot twist di setiap episode menjadikan Wednesday memukau. Karakter-karakter ajaib yang dimunculkan Tim Burton dalam film ini terasa sangat nostalgik. Kamu bisa melihat remaja dengan kekuatan tidak biasa seperti yang ditampilkan dalam Miss Peregrine's Home for Peculiar Children, atau monster dengan mata melotot seperti penampilan karakter-karakter dalam Corpse Bride.

Season 1 Wednesday menampilkan karakter Siren (manusia setengah ikan), Hyde, manusia serigala, vampir, hingga gorgon (seseorang dengan rambut ular yang bisa membuat orang lain berubah jadi batu apabila melihat rambutnya). Meski sangat disayangkan tidak semua karakter mendapat kesempatan untuk pamer kekuatan dalam porsi yang besar. Makanya Netflix butuh untuk membuat season 2 serial ini.

(aay/mau)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT