ADVERTISEMENT

Review Deep Water: Yang Terjadi Ketika Istri Diizinkan Selingkuh

Candra Aditya - detikHot
Senin, 21 Mar 2022 19:00 WIB
Diperankan oleh Ben Affleck dan Ana de Armas, Deep Water menyajikan cerita thriller erotis soal pasangan suami istri yang tidak saling mencintai.
(Foto: dok. Hulu) Ditonton malam-malam sambil ngemil, Deep Water adalah tontonan sempurna untuk melepas stres.
Jakarta -

Kelihatannya Vic (Ben Affleck) dan Melinda (Ana de Armas) adalah pasangan yang sempurna. Secara finansial mereka sangat aman. Saking amannya Vic sampai bisa pensiun lebih dini demi mengurusi anak mereka yang menggemaskan, Trixie (Grace Jenkins). Mereka punya rumah yang nyaman. Dan mereka berdua luar biasa good looking. Jenis ketampanan dan kecantikan yang akan membuat semua orang menoleh ketika mereka berjalan berdua di keramaian publik.

Tapi dari awal penonton sudah diajak untuk melihat keanehan-keanehan pasangan yang kelihatannya harmonis ini. Vic dan Melinda sepertinya tidur di kamar masing-masing. Vic terlihat seperti posesif dengan Melinda tapi dia tidak bisa melakukan sesuatu. Dan Melinda seperti kelihatan sekali sedang menguji kesabaran suaminya. Di tempat umum, seperti di sebuah pesta bersama teman dan tetangga, Melinda dengan mudahnya menggoda brondong ganteng di depan umum.

Ternyata Vic dan Melinda memang punya perjanjian. Mereka tetap bersama asalkan Melinda mendapatkan izin untuk "bermain gila" dengan siapapun yang ia mau. Awalnya Vic menerima ini semua. Bahkan dalam beberapa momen, kelihatannya Vic sangat menyukai ini. Tapi kemudian rasa cemburunya mulai mendidih. Dan satu per satu berondong manis yang dibawa oleh Melinda mulai tewas. Vic bisa jadi pelakunya. Mengetahui hal ini, Melinda mulai merasa khawatir dan sedikit... terangsang. Apakah benar Vic membunuhi semua selingkuhannya? Atau semua ini hanya permainan gila sepasang suami istri edan?

Kalau Anda familier dengan karya-karya Adrian Lyne seperti 9 ½ Weeks, Fatal Attraction, Indecent Proposal, atau Unfaithful, Anda pasti bisa membayangkan Deep Water ini seperti apa. Karakter-karakternya pasti tidak mempunyai kompas moral, konfliknya selalu over-the-top tapi entah kenapa tetap terasa realistis dan yang pasti: seksi. Film-film Adrian Lyne mau sesakit apa premisnya selalu terlihat seksi.

Mengingat Deep Water adalah film pertama Adrian Lyne setelah rehat selama dua puluh tahun, tidak mengherankan jika film ini ditunggu-tunggu. Fakta bahwa film ini juga dibintangi sepasang mantan kekasih yang kisah cintanya berakhir di tabloid-tabloid gosip juga semakin menambah bumbu yang diperlukan untuk film seperti ini. Pertanyaan seperti apakah Ben Affleck dan Ana de Armas mainnya begitu totalitas atau apakah mereka cinta lokasi gara-gara film ini sudah pasti muncul di kepala. Tapi sayangnya, Deep Water tidak seseru dan seseksi itu. Paling tidak jika dibandingkan dengan karya-karya Adrian Lyne sebelum-sebelumnya.

Ditulis oleh Zach Heklm dan punggawa serial Euphoria, Sam Levinson (diadaptasi dari novel Patricia Highsmith yang berjudul sama), Deep Water tidak terlalu efektif jika disebut thriller karena ia baru terasa tegangnya ketika sudah masuk babak ketiga. Dilihat sebagai misteri, puzzle yang ditawarkan juga kurang kompleks (bandingkan dengan film Ben Affleck lainnya yang juga tentang pernikahan runyam dalam Gone Girl). Film ini lebih mendekati sebagai psychodrama tentang rumah tangga suami istri tapi itu pun penggambarannya juga kurang jelas. Banyak sekali hal-hal ambigu dan tidak terjelaskan muncul di sini.

Diperankan oleh Ben Affleck dan Ana de Armas, Deep Water menyajikan cerita thriller erotis soal pasangan suami istri yang tidak saling mencintai.Diperankan oleh Ben Affleck dan Ana de Armas, Deep Water menyajikan cerita thriller erotis soal pasangan suami istri yang tidak saling mencintai. Foto: dok. Hulu

Biasanya Adrian Lyne bisa membawa materi yang sensasional, over-the-top, agak telenovela, dan bombastis ke ranah yang bisa dipercaya. Seperti yang ia tunjukkan di Fatal Attraction atau Unfaithful (yang secara tone dan plot paling mirip dengan film ini), Lyne bisa membawa kisah-kisah yang mirip dengan cerita pembaca di majalah-majalah menjadi cerita yang seru dan meyakinkan. Tapi dalam Deep Water, magis itu hilang. Bisa jadi karena editing-nya yang kurang fluid sehingga film ini terasa sekali seperti fragmen-fragmen yang belum selesai. Atau bisa jadi juga skripnya memang kurang dalam.

Tapi tetap saja, meskipun dia tidak bisa menandingi film-film Adrian Lyne sebelumnya, Deep Water tetaplah film Adrian Lyne yang selalu menarik untuk ditonton. Bahkan dengan materi yang kurang menohok, dia tetap bisa membuat saya penasaran sampai akhir film. Lyne juga masih dianugerahi tangan dingin untuk mengarahkan pemain, karena tanpa Ben Affleck dan Ana de Armas, film ini mungkin akan benar-benar tawar. Baik Affleck maupun de Armas mempunyai chemistry yang sangat meyakinkan sehingga semua adegan bisa disampaikan dengan baik. Semua tensi, semua rasa cemburu, semua rasa muak yang disampaikan tanpa dialog bisa dimengerti penonton dengan sangat baik berkat penampilan mereka.

Ada momen-momen saat Hollywood menjadikan genre ini, thriller erotis untuk penonton dewasa, sebagai salah satu tontonan seru di bioskop. Sekarang sudah jarang sekali genre ini dibuat. Deep Water mungkin memang tidak sepanas yang saya harapkan, tapi setidaknya masih ada studio Hollywood yang berani untuk memproduksi film macam ini. Ditonton malam-malam sambil ngemil, Deep Water adalah tontonan sempurna untuk melepas stres.

Deep Water dapat disaksikan di Amazon Prime.

---

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.

(aay/aay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT