Lullaboy Pilih Bermusik Sebagai Jalan Hidup

Tim detikcom - detikHot
Minggu, 29 Agu 2021 17:28 WIB
Lullaboy, penyanyi
Foto: dok. Lullaboy
Jakarta -

Bernard Dinata atau yang dikenal dengan nama panggung Lullaboy tidak hanya serius merintis kariernya di dunia musik dengan merilis berbagai lagu. Dirinya pun mempelajari musik melalui jalur formal dengan mengenyam pendidikan di Berklee College of Music.

Menurutnya, dirinya telah tertarik dengan musik sejak usia remaja. Ketertarikannya pada dunia tersebut muncul dari kegemarannya mendengarkan lagu-lagu dari band rock yang saat dirinya bersekolah tengah naik daun, di antaranya Paramore dan Fall Out Boy.

"Aku berpikir, ini keren banget, mereka benar-benar bisa mengekspresikan dirinya lewat lagu. Saat itu aku masih remaja dan punya banyak sekali emosi di hati. Aku bener-bener merasa kagum karena kok lagu ini bisa ngerti apa yang aku rasain di hati, aku juga ingin seperti ini," ujar Lullaboy dalam wawancara virtual dengan detikcom, baru-baru ini.

Bersama teman-temannya di masa sekolah, ia pun membentuk band rock dan mulai bernyanyi. Perlahan-lahan dia mulai menyadari bahwa musik adalah panggilan jiwanya.

"Dari kecil sudah sangat suka musik, sehingga aku berada di titik ketika aku tidak membuat atau membagikan musikku, aku tidak tahu apa tujuan hidupku. Mungkin bisa disebut panggilan (jiwa). Ini adalah misiku, hal yang inginku lakukan adalah membagikan musikku," ungkap dia.

Ketika diminta mendeskripsikan seperti apa musiknya, Lullaboy mengaku dirinya mencoba apa adanya dan berkata jujur melalui lagu. Baginya, lagu yang ia tulis haruslah menggambarkan siapa dirinya yang sebenarnya.

"Semua laguku benar-benar emosional banget, aku nggak mau belaga keren," katanya.

Seseorang pernah berkata padanya bila ia ingin dikenal sebagai musisi pria, liriknya yang ia tuangkan dalam lagunya haruslah terkesan agresif layaknya lirik lagu yang ditulis oleh musisi laki-laki kebanyakan.

Namun, Lullaboy mencoba menolak pendapat itu. Dirinya hanya ingin menjadi diri sendiri dalam musik.

"Itu bukan aku. Aku adalah pria yang emosional, seorang pribadi yang sensitif. Ini adalah aku dan aku biarkan musikku merepresentasikan diriku," jelasnya.

(dar/dar)