Rendy Pandugo dan Rasa Syukur atas Matahari

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 03 Jan 2021 19:30 WIB
Rendy Pandugo kembali dengan lagu Mr. Sun.
Rendy Pandugo punya lagu baru tentang matahari. (Foto: dok. Rendy Pandugo)
Jakarta -

Rendy Pandugo belum lama ini mengeluarkan single anyar berjudul Mr. Sun. Lagu itu berisikan ungkapan syukur dan terima kasihnya pada matahari yang selalu memberikan cahayanya pada semua makhluk hidup yang ada di bumi.

Menurut Rendy, manusia kerap mengaitkan matahari dengan ketidaknyamanan, misalnya merasa matahari terlalu terik di siang hari. Padahal cahaya matahari adalah berkah yang seharusnya disyukuri.

"Selama ini manusia selalu membalikan fakta, matahari terbit dan tenggelam. Padahal dia yang stay, kita yang muter. Bahkan matahari selalu setia menitipkan cahayanya ke bulan setiap malam," kata Rendy Pandugo dalam wawancara dengan detikcom baru-baru ini.

Mr. Sun bagi Rendy Pandugo bukan hanya sekadar ungkapan syukurnya atas matahari. Lebih dari itu, lagu ini merupakan cerminan sikap manusia yang terkadang tidak menyadari berkah sederhana yang mereka peroleh sehari-hari.

"Manusia selalu take things for granted atas segala sesuatu hal, banyak lah, terutama hal-hal di sekitar mereka yang memberikan dampak banyak tapi nggak aware, nggak bersyukur lah. Sebenernya nggak cuman matahari doang, tapi kehidupan manusia juga lah," cerita Rendy.

Lagu tersebut ditulis Rendy Pandugo pada Agustus dan September 2020. Proses penggarapan lagu tersebut tidak memakan waktu lama hingga dirilis pada Desember 2020.

Menurut Rendy Pandugo, selama penulisan dia hanya menuliskan apa yang ada di kepalanya. Mula-mula, ia ingin membuat aransemen lagu itu kental dengan nuansa akustik. Namun, dia mengurungkan niatan tersebut karena idenya berkembang sehingga ia ingin memasukkan unsur instrumen lainnya dalam lagu.

Tidak ada kesulitan berarti yang Rendy Pandugo rasakan pada proses penulisan. Sebab, dia mengatakan prosesnya berjalan secara mengalir.

"Awalnya gue mau bikin akustikan tapi kayaknya bakal seru kalau gue masukin instrumen (lain) untuk melengkapi lagu ini. Kesulitan sih nggak sih, cuman sempet galau aja, ini akan gue rilis sebagai akustik atau memang lebih kompleks formatnya. Tapi akhirnya gue memutuskan kayaknya lebih lengkap aja deh," kata dia.

Ide untuk menulis lagu tentang matahari diperoleh oleh pria kelahiran 7 Mei 1985 itu dari obrolan dengan temannya sesama musisi, Vega Antares. Saat berbincang, keduanya menyadari bahwa belum ada musisi Indonesia yang mereka ketahui yang menulis soal matahari.

"Dia tiba-tiba ngasih ide ke gue, 'Kenapa lo nggak tulis lagu tentang matahari'. karena menurut dia nggak pernah ada, lagu yang dia temukan di sini (Indonesia) menulis tentang itu," tutur Rendy Pandugo.

Dia menyambung, "Satu pertanyaan gue, gue harus nulis apa tentang matahari? Karena banyak yang bisa dibahas. Akhirnya dia cerita."

(srs/aay)