ADVERTISEMENT

Serba-serbi Oppenheimer, Sang Bapak Bom Atom

Asep Syaifullah - detikHot
Jumat, 22 Jul 2022 15:47 WIB
Poster film Oppenheimer
Poster film Oppenheimer. Dok. Ist
Jakarta -

Oppenheimer menjadi salah satu film yang paling ramai dibahas dan dinantikan oleh para penikmat sinema. Karya Christopher Nolan tersebut akan menjadi suguhan epik karena bertabur bintang-bintang papan atas Hollywood.

Film tersebut berkisah tentang seorang ahli fisika bernama J Robert Oppenheimer (Cillian Murphy) atau yang lebih dikenal sebagai Bapak Bom Atom. Jika melihat dari sejarahnya, pria kelahiran New York tersebut diberikan julukan tersebut karena ia adalah kepala dari Manhattan Project yang meneliti soal bom atom di Perang Dunia II dan Trinity Test, percobaan pertama bom atom di New Mexico.

Ia pula yang bertanggung jawab atas tragedi Hiroshima dan Nagasaki, di mana dirinya mengutip sebuah kalimat dari Bhagavad Gita yakni: 'Saat ini aku adalah kematian, sang penghancur dunia'.

Oppenheimer tumbuh besar dalam keluarga seniman dan pedagang tekstil. Ayahnya merupakan Yahudi asal Jerman, sementara sang ibu kelahiran New York. Semenjak duduk di bangku sekolah, otak cemerlangnya sudah terlihat. Ia pun begitu tertarik dengan kimia serta fisika, khususnya mineralogi dan thermodynamics.

Hal itu pula yang membawanya meninggalkan Cambridge dan kembali mencari ilmu di University of Gottingen bersama Max Born. Di sana ia berteman dengan beberapa ahli fisika seperti Werner Hesenberg, Pacual Jordan, Wolfgang Pauli hingga Edward Teller.

"Aku butuh fisika lebih dari (butuh) teman," ujarnya pada sang kakak.

Der amerikanische Atomphysiker J. Robert Oppenheimer (r) begrüßt Altbundespräsident Theodor Heuss (l), den Ehrenpräsidenten der Tagung des Kongresses für kulturelle Freiheit. Mit einem Festakt in der Berliner Kongresshalle am 16. Juni 1960 wurde der Kongress unter dem Motto Der amerikanische Atomphysiker J. Robert Oppenheimer (r) begrüßt Altbundespräsident Theodor Heuss (l), den Ehrenpräsidenten der Tagung des Kongresses für kulturelle Freiheit. Mit einem Festakt in der Berliner Kongresshalle am 16. Juni 1960 wurde der Kongress unter dem Motto "Fortschritt im Zeichen der Freiheit" eröffnet. Oppenheimer war einer der führenden Atomforscher in den USA. Unter seiner Leitung entstand 1942 ein geheimes Laboratorium in Los Alamos im US-Bundesstaat Neu-Mexiko, das sogenannte "Manhattan-Projekt", in dem 1945 die erste Atombombe fertiggestellt wurde. Die Auswirkungen der Atombombenabwürfe auf Hiroshima und Nagasaki führten bei Oppenheimer zu einer Wandlung. Er wurde zum erbitterten Gegner der Atomwaffe und weigerte sich, an der Entwicklung der Wasserstoffbombe mitzuwirken. Robert J. Oppenheimer wurde am 22.4.1904 in New York geboren und starb am 18.2.1967 in Princeton. (Photo by Konrad Giehr/picture alliance via Getty Images) Foto: picture alliance via Getty Image/picture alliance

Pada usia 23 tahun, ia sudah mendapatkan gelar Doctor of Philosophy dan membuat banyak makalah ilmiah di kampus tersebut. Salah satu yang paling terkenal adalah Born-Oppenheimer approximation, yaitu makalah soal pemisahan gerak nuklir dari gerak elektronik dalam perlakuan molekul secara matematis yang memungkinkan pengabaian gerak nuklir untuk perhitungan yang lebih sederhana.

Lantas bagaimana dengan film tersebut? Akankah itu menjadi sebuah film semi-dokumenter tentang sang ahli fisika itu?

Dilansir dari beragam sumber disebutkan jika Oppenheimer akan mengambil kisah dari sebuah buku best-seller bertajuk American Prometheus: The Triumph and Tragedy of J Robert Oppenheimer yang berisikan 721 halaman dari cerita hidup sang ahli fisika serta pencapaiannya di Perang Dunia II. Bom atom buatannya itu memang sempat dijuluki Promotheus, titan yang menantang para dewa setelah mencuri api dari gunung Olympus dan memberikannya pada manusia.

Kisah di film ini bercerita tentang era 1942, momen di mana J Robert Oppenheimer direkrut oleh pemerintah untuk menangani proyek senjata pemusnah massal itu. Meski dijaga ketat oleh para tentara, nyatanya mereka sempat kebobolan juga saat mata-mata Rusia mengambil rancangan bom tersebut dan mengembangkannya di negaranya.

Selain Cillian Murphy, ada banyak nama besar lainnya yang turut tampil di film ini seperti Emily Blunt yang tampil sebagai Kitty, istri Oppenheimer. Florence Pugh menjadi Jean Tatlock, seorang penulis komunis yang memiliki hubungan romantis dengan Oppenheimer. Lalu ada Matt Damon yang menjadi Leslie Groves, kepala militer di Manhattan Project. Serta ada Robert Downey Jr. yang menjadi Lewis Strauss, kepala US Atomic Energy Commission.

Oppenheimer dijadwalkan tayang pada 21 Juli 2023 mendatang di seluruh bioskop-bioskop dan tak diputar di layanan streaming.



Simak Video "Lonceng Peringatan 77 Tahun Tragedi Bom Atom di Jepang"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/tia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT