3 Film Horor Lokal Terbaru Untuk Temani Akhir Pekan

Asep Syaifullah - detikHot
Minggu, 10 Okt 2021 15:48 WIB
Ilustrasi tulisan novel dan film horor.
3 Film Horor Lokal Terbaru Untuk Temani Akhir Pekan. (Foto: Ilustrasi: Edi Wahyono)
Jakarta -

Ada tiga film horor remaja terbaru yang dirilis belum lama ini. Film bertajuk Kabut, Aku Lupa Aku Luka, dan Hompimpa itu cocok untuk menemani akhir pekan Anda.

Dua dari film tersebut pun menjadi debut perdana sang sutradara menggarap film bergenre horor. Seperti yang diungkapkan oleh Indra Gunawan yang menyutradarai film Kabut.

"Ini adalah film pertama saya bergenre horor. Isunya juga sangat sensitif, tentang ideologi yang sudah dilarang di negeri ini. Saya nggak nyangka saja produser bisa menerima cerita ini. Sempat sih ada ketakutan apakah akan lulus sensor atau akan terjadi kontroversi. Tapi saya happy bisa menyutradarai film ini," ujarnya.

Film Kabut, Aku Lupa Aku Luka, dan Hompimpa tayang di KlikFilm sejak tanggal 8 Oktober 2021. Sebelum menyaksikannya, berikut sinopsis ketiga film tersebut:

Kabut

Usai sukses di dunia musik, Sara Fajira menjajal seni peran dengan tampil di beberapa film. Mulai dari drama hingga horor pun sudah dicoba olehnya dan terbaru adalah Kabut.

Cerita bermula saat Joni dan Jupri sedang mengangkut box-box ayam ke dalam pikap, beberapa ekor ayam lepas dari box dan membuat mereka agak terlambat untuk berangkat mengantar pesanan ayam.

Saat malam makin larut, Jupri dan Joni belum juga mendapatkan alamat yang sesuai. Sinyal mulai susah dan tidak bisa menggunakan akses GPS . Mobil pelan-pelan melewati jalan tanah terjal hingga menembus hutan-hutan bambu, sampailah mereka di sebuah kampung.

Mereka pun berniat bermalam dan memarkirkan mobilnya di depan rumah dengan tulisan Rumah Jagal. Joni dan Jupri memutuskan untuk istirahat di situ. Tak lama Joni sudah terlelap, sementara Jupri masih gelisah tak bisa tidur mendengar Joni mengorok.

Baru hendak memejamkan mata, Jupri melihat sekelebatan sosok misterius melintas di samping rumah. Mereka pun tak menyangka, jika pilihan tersebut membuatnya harus berhadapan dengan sosok yang amat menakutkan.

Aku Lupa Aku Luka

film Aku Lupa Aku Luka dibintangi oleh Salshabilla Adriani, Junior Roberts, Dewa Dayana, dan Jerome Kurnia.

Cerita film tersebut diawali pada suatu malam di dalam hutan yang gelap seorang wanita bernama Laura (Salshabilla Adriani) yang keluar dari dalam tanah dengan tubuh sangat kotor dan terluka.

Dia tidak tahu kenapa dia terkubur, bahkan dia tidak ingat siapa dirinya. Yang dia tahu, dia harus kabur mencari pertolongan.

Hingga akhirnya dia menemukan jalan raya dan menghentikan sebuah mobil yang dikendarai Rey (Junior Roberts). Ia pun dibawa oleh Rey menuju ke rumah rekannya, Albert (Dewa Deyana).

Keduanya pun berniat membantu Laura, namun apakah hal itu dilakukan dengan tulus? Dan siapakah yang menguburnya?

Hompimpa

Film Hompimpa dibintangi oleh Kenny Austin, Zoe Jackson, Sebryan Yosvien, Sonia Alexa, dan Yuriska Patricia. Bercerita tentang Angel, Jena, Niko, Ririn, dan Lili merupakan sahabat masa kecil yang memiliki hobi bermain hompimpa dan kejar-kejaran.

Saat duduk di Sekolah Dasar, mereka berlima mengikuti studi lapangan yang diadakan oleh sekolah untuk mengunjungi sebuah danau. Namun mereka tidak tahu bahwa perjalanan ini justru mengarahkan mereka ke sebuah bencana besar dalam hidup mereka.

Saat sedang bermain hompimpa, Angel dan Jena tidak sengaja tergelincir ke dalam danau. Dua anak yang tidak bisa berenang ini berusaha untuk menyelamatkan diri.

Angel, yang diajarkan oleh ibunya yang kasar untuk selalu memikirkan kebaikan dirinya sendiri, melakukan apa pun yang dia bisa agar dia bisa selamat. Hal ini termasuk menarik dan menendang Jena demi bisa naik ke atas permukaan air.

Niko, Ririn, dan Lili berusaha membantu, namun sayangnya mereka hanya berhasil menyelamatkan Angel. Jena pun tenggelam dan meninggal dunia.

Pada hari itu, Angel, Niko, Ririn, dan Lili berjanji untuk tidak menceritakan kejadian mengerikan itu pada siapa pun. Tujuh tahun kemudian, keempat sekawan ini sudah duduk di bangku SMA.

Saat sedang merayakan ulang tahun Ririn yang ke-17, mereka semua mendapat pesan dari nomor yang tidak dikenal, mengakui dirinya sebagai Jena.

Orang yang tidak diketahui ini meminta mereka berempat untuk berkumpul di sebuah gudang terbengkalai setelah pulang sekolah. Karena penasaran, mereka menuruti kemauan dari orang ini.

Namun ini adalah pilihan yang salah, karena kini mereka tidak bisa lari dari perbuatan mereka lagi. Mereka dipaksa untuk mempertanggungjawabkan kesalahan yang telah mereka lakukan tujuh tahun lalu.

(ass/mau)