Review Malignant: Horor Terbaru dari Pembuat Conjuring

Candra Aditya - detikHot
Sabtu, 09 Okt 2021 21:26 WIB
Malignant
Review Malignant: Horor Terbaru dari Pembuat Conjuring. (Foto: dok. Warner Bros.)
Jakarta -

Malignant dibuka dengan sebuah prolog yang meyakinkan, tapi sama sekali berbeda dengan horor-horor yang selama ini kita saksikan dari James Wan. Ini tidak kejam seperti Saw, menyeramkan seperti Conjuring atau ngagetin seperti Insidious. Pembukaan Malignant lebih mirip sebuah thriller yang berhubungan dengan alien. Tapi pembukaan ini adalah sebuah perkenalan yang baik untuk salah satu monster rekaan James Wan yang seram, Gabriel.

Loncat beberapa puluh tahun setelah pembukaannya, kita bertemu dengan seorang perempuan hamil bernama Madison (Annabelle Wallis). Dia baru pulang setelah menyelesaikan shift kerjanya sebagai suster. Suaminya di rumahnya rebahan malas-malasan sambil menonton TV. Kalau Anda mengira ini adalah red flag, tunggu sampai Derek Mitchell (Jake Abel) menghantamkan kepala istrinya yang sedang hamil ke tembok.

Malam itu, Derek yang akhirnya tidur sendirian di ruang TV merasakan yang aneh dengan rumahnya. Blender nyala sendiri, TV juga nyala sendiri. Kemudian muncul suara-suara. Tidak lama bagi Derek untuk bertemu dengan Gabriel yang merenggut nyawanya. Keesokan harinya tentu saja Madison terkaget-kaget melihat suaminya yang abusive itu meninggal dalam keadaan tidak wajar.

Polisi tentu saja mengira ini semua adalah perbuatan Madison. Dia punya motifnya. Selama ini disiksa oleh suaminya mungkin akhirnya membuatnya marah. Tapi Madison bersikeras bahwa bukan dia pelakunya. Ada teman dari masa kecilnya yang bernama Gabriel yang kembali lagi. Dan kali ini Gabriel ingin membalas dendam.

Ditulis oleh Akela Cooper, Malignant adalah sebuah hadiah bagi pecinta film horor. Film ini mungkin tidak akan bisa dibuat kalau saja pembuatnya bukan James Wan yang berhasil melahirkan beberapa franchise horor yang paten (Conjuring Universe membuat Warner Bros kaya raya) dan juga ia berhasil memberikan satu miliar lebih dengan Aquaman. Keanehan yang dipertunjukkan James Wan di awal film ternyata bukan sekedar ajang pamer. Dia hanya appetizer, karena 30 menit terakhir Malignant adalah sebuah kegilaan yang studio besar jarang produksi.

Sebelum James Wan membuka kotak pandora dengan twistnya yang gila (percayalah, tidak ada yang bisa menyiapkan Anda dengan twistnya ini), Malignant memang terasa agak repetitif. Kita menyaksikan Gabriel berulah terus-terusan dan penonton (seperti halnya Madison) sengaja ditaruh di tempat gelap. Kita tidak tahu motifnya, tapi Gabriel bersikeras untuk balas dendam. Tapi bahkan meskipun kelihatannya repetitif, cara James Wan untuk menyajikan aksi balas dendam ini sama sekali tidak membosankan. Dan dia menggunakan semua pengalamannya untuk memberikan sensasi angker dan sadis pada saat yang bersamaan. Ada sekuens yang mengagetkan seperti Insidious, ada momen yang bikin deg-degan seperti Conjuring, dan ketika Gabriel mulai membantai, bersiaplah menyaksikan kesadisan yang sama seperti serial Saw.

Jujur saja, kekuatan utama Malignant adalah di klimaksnya. Ketika James Wan akhirnya memberi tahu penonton twist yang dia simpan, Malignant berubah menjadi sebuah horor yang gila, menawan sekaligus menggetarkan. Saya tidak akan memberi tahu apa yang akan terjadi, tapi saya yakin Anda akan berteriak kesenangan saat twist itu muncul. Bagi Anda yang suka hal-hal yang tidak masuk akal dan gila, ini mungkin adalah film bagi Anda.

Malignant adalah sebuah film yang hiperbola. Dari ceritanya saja sudah over the top. Dan James Wan sadar itu. Dia menyadari sekali bahwa film ini mempunyai aura 'heboh' yang kuat sehingga permainan aktornya pun sengaja dibuat teatrikal. Ditambah dengan musik yang juga sama-sama dramatis dan gerakan kamera yang sama sekali tidak subtle, Malignant akhirnya berakhir menjadi satu lagi karya James Wan yang memorable. Gabriel akan menjadi ikon horor yang diingat sepanjang masa. Tidak ada film yang tepat untuk merayakan Oktober selain Malignant. Ajak teman Anda dan bersiaplah untuk terguncang.

Malignant dapat disaksikan di seluruh jaringan bioskop di Indonesia.

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.

(mau/mau)