Pantun Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO Sejak 2018

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 18 Des 2020 12:54 WIB
UNESCO Tetapkan Pantun Sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Foto: unesco/ istimewa
Jakarta -

UNESCO menetapkan tradisi pantun menjadi warisan budaya tak benda mulai hari ini. Pengajuan budaya pantun yang memiliki sejarah panjang di Indonesia, Malaysia, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya sudah diajukan sejak 2018.

"Proses pengajuan bersama negara Malaysia sudah dimulai dua tahun yang lalu di 2018. Teman-teman komunitas juga sudah berniat mengusulkan tradisi pantun sejak lama, dalam prosesnya bertemu dengan pihak Malaysia," ucap Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, saat jumpa pers virtual, Jumat (18/12/2020).

Menurut Hilmar Farid, budaya pantun Melayu tersebar di berbagai wilayah di Asia Tenggara sampai ke Thailand. Dalam proses pengajuan, Indonesia bersama dengan Malaysia lebih intens bekerja sama.

"Dalam sidang UNESCO, kita akan lanjutkan untuk terus bekerja sama. Ini niat baik ya, akan menjadi salah satu titik tolak untuk kerja sama dengan negara-negara tetangga," katanya.

Sebenarnya, lanjut Hilmar Farid, dalam pengajuan warisan budaya tak benda setiap negara hanya boleh mengajukan dua tahun sekali. Tapi ketika bersama negara lain, bisa diajukan sebanyak satu kali tiap tahunnya.

"Tapi bukan kuantitas yang kita kejar, kita mau kualitas. Syarat untuk mendapatkan pengakuan cukup berat. Ada tanggung jawab juga, yang paling penting memastikan dulu ini masuk warisan budaya, nantinya akan ada langkah bijak untuk melindungi dan mengembangkannya," lanjut Hilmar Farid.

Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO, Surya Rosa Putra, dalam pernyataannya menyampaikan sebagai nominasi Indonesia pertama yang diajukan bersama dengan negara lain.

"Inskripsi Pantun memiliki arti penting bagi Indonesia dan Malaysia, yang merefleksikan kedekatan dua negara serumpun yang berbagi identitas, budaya, dan tradisi," pungkasnya.

Di situs resminya, UNESCO menjelaskan kehadiran pantun penting bagi negara-negara di Asia Tenggara.

"Pantun merupakan sajak yang digunakan untuk mengemukakan gagasan dan emosi. Pantun merupakan bentuk oral paling dikenal di kepulauan Asia Tenggara dan digunakan di banyak daerah di kawasan itu selama setidaknya 500 tahun," tulis keterangan UNESCO.



Simak Video "UNESCO Tetapkan Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)