ADVERTISEMENT

Kata Ustaz: Pamer Kekayaan Lagi Tren, Hati-hati Loh!

Tim detikcom - detikHot
Selasa, 29 Mar 2022 06:00 WIB
Ustaz Ahmad Khan
Ustaz Ahmad Khan saat mengisi Islam Itu Indah Trans TV. Foto: dok. Channel Youtube Islam Itu Indah
Jakarta -

Flexing, pamer kekayaan, sepertinya menjadi sesuatu yang dianggap lumrah dipertontonkan oleh figur publik dan makin jadi sorotan karena adanya kasus Indra Kenz dan Doni Salmanan. Dalam Islam pamer-pamer itu dianggap bahaya termasuk hukumnya.

Kata Ustaz kali ini akan memperdalam pengetahuan tentang riya, takabur, dan tahadduts bin ni'mah. Menurut Ustaz Ahmad Khan dilansir dalam Islam Itu Indah tiga hal itu dalam Islam mempunyai kemiripan.

Akan tetapi, riya dan takabur menjadi hal yang paling tak disukai Allah SWT. Berikut penjelasan lengkap Ustaz Ahmad Khan:

Kita mesti memahami lebih dulu, dalam Islam itu ada tiga hal yang beda-beda tipis.

Pertama di dalam Islam ada yang namanya riya. Kedua ada yang namanya takabur atau sifat sombong. Ketiga ada tahadduts bin ni'mah. Tiga hal ini berdekatan dan bedanya tipis banget, hampir sulit dibedakan kalau kita tidak paham.

Pertama itu riya, apa sih riya? Riya itu adalah seseorang yang dia mengharapkan pujian manusia atau mengharapkan kedudukan di hati manusia, tapi dengan amalan akhirat.

Seperti orang yang salat, puasa, dia bersedekah, dia berhaji, dia berjihad di jalan Allah, dia baca Al Quran, tetapi tujuannya bukan karena Allah. Amalan akhirat yang dia kerjakan itu tujuannya dipandang oleh manusia dan mengharapkan sesuatu dari harta mereka. Maka yang begitu dinamakan riya.

Ini hukumnya haram, termasuk daripada syirik kecil yang dilarang oleh Allah dan Nabi Muhammad, amal orang tersebut bisa ditolak dan tidak diterima oleh Allah SWT.

Kedua itu takabur. Takabur ini kata Rasulullah memiliki ciri orang yang sombong atau takabur biasanya dia memiliki sifat menolak kebenaran, sehingga menolak nasihat dari orang lain dan yang kedua cenderung merendahkan orang lain.

Seandainya seseorang itu dia pamernya bukan urusan akhirat, bukan urusan ibadah, maka tidak masuk kategori riya tapi masuknya kategori sombong. Misalnya, dia memamerkan harta, kekayaan, ketampanannya, kecantikannya, popularitasnya, maka ini tidak ada amalan akhirat maka masuknya kategori sambung.

Orang sombong kata Nabi, haram masuk surga seseorang yang di hatinya terdapat sebutir biji sawi daripada sifat sombong.

Ketiga ada namanya tahadduts bin ni'mah. Menceritakan kenikmatan yang Allah berikan kepadanya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah yang dia gunakan untuk ibadah dan kebaikan. Allah katakan dalam Al Quran dan dari setiap kenikmatan yang Allah berikan kepada kamu maka ceritakan dan bagilah kepada yang lain. Bila seorang dapat nikmat, misalnya dia beli mobil baru lalu dia pakai buat ke masjid, hadir ke majelis taklim, keliling kampungnya berbagi kebaikan, menceritakan kepada yang lain mendapat nikmat dari Allah, tapi tidak ada niat riya atau pamer sekalipun maka ini adalah tahadduts bin ni'mah dan ini dianjurkan oleh Allah SWT.

Orang kadang mandangnya salah paham. Ada orang keliling pakai mobil baru hadir pengajian, orang yang hatinya kotor akan melihat sesuatu yang kotor, 'Sombong banget itu pamer.' Padahal yang dia yang baru beli itu, dia bersyukur kepada Allah dan tujuannya tahadduts bin ni'mah.

Maka di antara tiga ini yang mana kita?



Simak Video "Seputar Sidang Perdana Doni Salmanan Terkait Kasus Quotex"
[Gambas:Video 20detik]
(pus/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT