Momen Piet Pagau dan Anaknya yang Pertama Kali Bertemu Seumur Hidup

Tim detikcom - detikHot
Senin, 18 Okt 2021 13:48 WIB
Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) bakal menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menetapkan Ketua Umum yang baru pada tanggal 12 Maret 2017 di Pusat Perfilman H Usmar Ismail, Jakarta Selatan.
Momen Piet Pagau pertama kali bertemu dengan anak Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Romeo Bamby Cardino Pagau nyatanya sudah pernah bertemu dengan Piet Pagau. Pertemuan itu terjadi sekitar bulan Maret 2021.

Dilansir dari Insert Investigasi, Bamby menceritakan pertemuannya dengan Piet Pagau. Bamby mengaku sudah mendapat kontak Piet Pagau sejak 2019.

"Ketemu Papa itu pure tahun ini di bulan Maret. Saya mulai bisa mendapatkan kontak person Papa di akhir 2019. Pada saat Papa kena COVID saya menyesal, menyalahkan diri saya. Kok jadi anak tidak berguna, baru tahu ayahnya sakit setelah umur 27 tahun. Khawatir mulai dari situ," cerita Bamby.

Saat bertemu Piet Pagau, Bamby mengatakan kondisi sang ayah sudah mulai membaik. Pertemuan Bamby dengan Piet Pagau dilakukan dua kali di Rumah Sakit Harapan Kita.

"Saya saat itu pakai masker, 'Buka dong maskernya masa mau ketemu Papanya ditutup mukanya pakai masker.' Di situ kita tertawa berdua," cerita Bamby soal momen pertemuannya dengan Piet Pagau.

"Karena itu tempat publik, kita nggak bisa ngobrol intens. Dua kali Papa minta di situ ya sudah," ungkapnya.

Piet Pagau pun dalam wawancara terpisah membenarkan adanya pertemuan itu. Dia juga masih ingat bagaimana pertama kali Bamby menghubunginya setelah 27 tahun tak pernah bertemu.

"Bulan Maret tahun ini. Dia WA memperkenalkan diri setelah itu kebetulan saya lagi terapi di Harapan Kita. Dua kali ketemu," aku Piet Pagau.

Hanya saja Piet Pagau menyayangkan hal ini sampai ke media. Piet merasa Bamby tidak menghormati dan menghargai keluarganya sekarang.

"Saya cuma penasaran, kenapa ini jadi diperbesar diperluas? Saya sudah berkeluarga dan tidak tahu akan seperti ini jadinya. Kalau di masa depan ada apa-apa ya terjadilah," tutur Piet Pagau.

(pus/dar)