ADVERTISEMENT

Round-Up

Rachel Vennya di Tengah Isu Duta COVID-19 dan Terancam Penjara

Tim Detikhot - detikHot
Senin, 18 Okt 2021 05:30 WIB
Rachel Vennya
Foto: Dok. Instagram @rachelvennya
Jakarta -

Kisah selebgram Rachel Vennya kabur dari karantina masih bergulir hampir seminggu belakangan. Seharusnya sepulang dari negeri Paman Sam, ia dikarantina selama 8 hari namun hanya mengikuti aturan pemerintah selama 3 hari.

Rachel Vennya dikabarkan kabur ke Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk jalan-jalan merayakan ulang tahun salah seorang kerabatnya. Isu terbaru di tengah kabar kaburnya Rachel Vennya mengenai duta COVID-19 atau duta karantina yang heboh di jagat maya sepanjang hari ini.

Sejak kemarin, timeline Twitter dihebohkan dengan kabar Rachel Vennya bakal menjadi Duta COVID-19. Tapi kabar itu dibantah oleh juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito membantah mengenai isu tersebut.

"Tidak benar," katanya kepada detikcom.

Prof Wiku mengatakan kasus Rachel Vennya sedang dalam investigasi yang dipimpin oleh Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Kodam Jaya dan melibatkan banyak pihak.

"Investigasi dan proses hukum dilakukan oleh Satgas yang dipimpin oleh Kogasgabpad Kodam Jaya. Anggota Satgas tersebut lintas sektor termasuk Polri, KKP Kemenkes, Imigrasi, Angkasa Pura, dan lain-lain," tegas Prof Wiku.

Pekan depan, Rachel Vennya bakal diperiksa di Polda Metro Jaya. Tak hanya nama sang artis saja, namun juga kekasihnya Salim Nauderer yang ikut kabur dari karantina serta manajer Rachel Vennya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes, Yusri Yunus, mengungkapkan pihaknya juga akan memeriksa manajer dan kekasih Rachel Vennya, Maulida Khairunnia dan Salim Nauderer.

"Jadi ada Rachel Vennya, Salim, sama Maulida (diperiksa). Tapi suratnya (surat panggilan) kepada Rachel Vennya aja," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi detikcom, Sabtu (16/10/2021).

Baca halaman berikutnya tentang suara hati ibunda Rachel Vennya.

Di waktu yang bersamaan, ibunda Rachel Vennya, Viens Tasman curhat di Stories dan unggahan terbaru Instagram pribadinya. Dia mendukung buah hatinya agar tetap kuat mengalami cobaan tersebut.

Sayangnya Viens Tasman menganggap banyak netizen di dunia maya yang membenci Rachel Vennya sehingga mau menjerumuskan nama anaknya.

Ia mengaku merasa terharu masih banyak penggemar Rachel Vennya atau akrab disapa Buna yang sayang kepadanya.

"Terharu di antara yang benci, pasti ada yang tulus. Memang seperti itu manusia diciptakan, sebagai makhluk yang pendosa, dikasih kelemahan, godaan, bersalah, sebaik-baiknya manusia tidak ada yang sempurna," tulis Viens Tasman.

Bahkan pihak Buna menganggap orang yang terus menghina dan mencaci maki Rachel Vennya bakal dikasih ganjaran yang setimpal dari Allah SWT.

Gara-gara Stories tersebut, ada netizen lainnya yang menimpali. Seharusnya Viens Tasman mengingatkan putrinya kalau aksi kabur dari karantina itu adalah pelanggaran hukum.

"Bawa-bawa nama Tuhan, giliran anak salah jalan nggak diingetin. Udah tua bukan sadar," ungkap seorang netizen di kolom DM Instagram Viens Tasman yang dibagikannya lagi ke publik.

Jika nantinya setelah proses penyelidikan usai, Rachel Vennya terancam bui selama satu tahun penjara. Ia diduga melanggar aturan pemerintah terkait proses karantina setelah pulang dari luar negeri.

Sesuai aturan pemerintah tentang proses karantina, siapapun Warga Negara Indonesia (WNI) yang pulang dari luar negeri harus menjalani karantina selama 8 x 24 jam atau 8 hari. Mereka yang bukan PNS hingga pekerja sipil harus menjalani karantina di hotel.



Simak Video "Penyesalan Rachel Vennya Kabur Karantina yang Dianggap Palsu Netizen"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT