Tanggapan Ketus Dilan Janiyar Soal Ramai Jasa Nikah Siri Online

Tanggapan Ketus Dilan Janiyar Soal Ramai Jasa Nikah Siri Online

Muhammad Aditya Dzaky Reinaldi - detikHot
Jumat, 09 Jan 2026 19:39 WIB
Tanggapan Ketus Dilan Janiyar Soal Ramai Jasa Nikah Siri Online
Tanggapan Ketus Dilan Janiyar Soal Ramai Jasa Nikah Siri Online. (Foto: dok Instagram dilanjaniyar)
Jakarta -

Fenomena jasa nikah siri yang dipromosikan secara terang-terangan di media sosial belakangan menyita perhatian publik. Selebgram Dilan Janiyar turut angkat bicara mengenai tren 'paket hemat' nikah siri yang dibanderol sekitar Rp 1,5 juta tersebut.

Dilan mengaku terkejut mengetahui adanya bisnis jasa pernikahan siri yang dikemas menjadi paket murah meriah lengkap dengan dekorasi. Pemilik 1,8 juta pengikut di Instagram itu menyayangkan jika pernikahan yang sakral justru dijadikan lahan bisnis semata yang berpotensi melanggar aturan negara.

"Ah, kalau ternyata memang penghulu tidak boleh untuk menikahkan pernikahan siri, ya berarti itu melanggar ya. Berarti itu ya kayak ini-ini saja, ladang cuan baru," ujar Dilan kepada wartawan di Studio Rumpi: No Secret TTV dikutip Jumat (9/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ibu satu anak ini mengkhawatirkan jasa tersebut menjadi celah untuk memuluskan praktik ilegal, seperti poligami tanpa izin istri pertama. Menurutnya, agama tidak seharusnya dijadikan tameng untuk menutupi kebohongan dalam rumah tangga.

ADVERTISEMENT

"Ya turut prihatin semoga tidak disalahgunakan nikah siri yang dengan apa namanya, titah agama jangan disalahgunakan gitulah ya," tegasnya.

Dilan juga menyoroti kejanggalan promosi jasa nikah siri online yang kerap menyensor wajah pasangan pengantin. Bagi bintang film Sosok Ketiga Lintrik itu, hal ini mengindikasikan adanya upaya menyembunyikan pernikahan tersebut dari pihak lain, berbeda dengan jasa wedding organizer resmi yang justru menampilkan wajah bahagia pengantin.

"Mungkin dia nge-duplicate itu kali ya, tapi itu memang kayaknya akal-akalan saja kali ya, akal-akalan si ladang cuan bisnis baru ini," katanya.




(mau/mau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads