Hasyakyla Utami: Zara Adik yang Baik

Tim detikcom - detikHot
Minggu, 23 Agu 2020 19:20 WIB
Hasyakyla Utami
Foto: Instagram Hasyakyla Utami
Jakarta -

Zara Adhisty masih jadi perbincangan menyoal video viral antara dirinya dengan Zaki Pohan yang beredar beberapa waktu lalu. Dukungan dari sang kakak, Hasyakyla Utami, tampaknya tidak pernah putus.

Hasyakyla Utami adalah sosok kakak perempuan yang sangat vokal membela sang adik. Terlebih ketika netizen menyudutkan Zara terkait apa yang terjadi dalam video yang viral tersebut.

Lewat Instagram pribadinya, Hasyakyla Utami kembali menyanjung sosok Zara. Berusaha memberi dukungan kepada sang adik. Dalam keterangan foto yang diunggahnya, Hasyakyla Utami menyebut Zara adalah adik yang baik.

"Kami mungkin bertengkar, kami mungkin berdebat, tapi aku tahu di dalam hatiku dia adalah adik yang baik untukku," tulis Hasyakyla Utami.

"Dia tidak tergantikan," lanjutnya.

[Gambas:Instagram]

Bersama dengan tulisan berbahasa Inggris tersebut, Hasyakyla Utami mengunggah foto masa kecilnya bersama Zara. Di slide pertama tampak keduanya saat masih balita dengan potongan rambut poni identik.

Beralih ke foto kedua dan ketiga kedekatan Hasyakyla Utami dan Zara Adhisty berlanjut di masa remaja. Keduanya memang sempat menghabiskan masa-masa remaja sebagai member JKT48.

Unggahan Hasyakyla Utami tersebut seolah kembali ingin menegaskan bentuk dukungan moral dirinya sebagai kakak ke Zara Adhisty. Juga ingin menunjukkan kepada netizen bahwa skandal apa pun yang menimpa sang adik, keluarganya akan tetap ada di belakang Zara.

Sejak video Zaki Pohan yang meremas payudara Zara Adhisty beredar, pemeran film Dua Garis Biru itu menghilang dari Instagram. Zara menghapus foto profilnya dan menutup kolom komentar.

Namun Zara sempat buka suara, meski tidak melakukan klarifikasi. Dia hanya meminta agar orang-orang menghargai privasi dirinya dan keluarga.

Sementara itu pihak Zaki Pohan belum bicara apa pun soal insiden yang terekam video Instagram Story Zara beberapa waktu yang lalu. Hingga kini Zaki Pohan masih bungkam.

(aay/mau)