Lembaran Berharga Franz Kafka Akhirnya Bersatu Kembali di Israel

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 07 Sep 2021 11:10 WIB
Franz Kafka
Penulis Franz Kafka Foto: Istimewa
Jakarta -

Perjuangan para penggemar Franz Kafka untuk menyatukan lembaran makalah penulis favoritnya terbayar sudah. Setelah 11 tahun berusaha, akhirnya gelombang terakhir lembaran itu tiba di Yerusalem, Israel.

Perpustakaan Nasional Israel meluncurkan dokumen setelah bertahun-tahun melakukan pencarian ke berbagai negara dan perselisihan hukum.

Seorang teman Franz Kafka, Max Brod, meninggalkan lembaran berharga itu di tahun 1968. Awalnya dia diminta untuk membakar tulisan-tulisannya setelah kematian sang penulis di dekade 1920-an.

Tapi Max Brod menolaknya lalu menerbitkannya. Dalam surat wasiatnya, dia pun meninggalkan surat-surat itu ke Perpustakaan Nasional Israel namun masalah muncul usai dia meninggal di tahun 1968.

Lembaran berharga kepunyaan Franz Kafka itu menghilang dan memicu perburuan internasional. Dari Jerman, Swiss sampai sebuah tempar brankas di Israel.

Juru bicara perpustakaan nasional Vered Lion-Yerushalmi, mengatakan selama puluhan tahun lembaran terakhir karya warisan Franz Kafka disimpan di brankas kantor pusat bank Swiss UBS di Zurich.

"Ada catatan ketika Kafka belajar bahasa Ibrani, tiga konsep berbeda dari cerita yang dibuatnya, dan ratusan surat pribadi, gambar, dan jurnal," ungkapnya dilansir dari berbagai sumber, Selasa (7/9/2021).

"Nantinya lembara berharga itu akan rilis secara online agar publik tahu," sambungnya.

Nama Franz Kafka diakui sebagai salah satu penulis terbesar di abad ke-20. Karya-karyanya mendunia di antaranya adalah The Trial, Metamorphosis, dan The Castle.

Novel-novel Franz Kafka dianggap sebagai mahakarya sastra. Jasa sahabatnya Max Brod-lah yang membuat karya Kafka dikenal dunia.

Setelah Franz Kafka menderita TBC dan dirawat di sebuah sanatorium Austria, dia mendesak sahabatnya untuk menghancurkan semua surat dan tulisannya. Max Brod menolaknya, setelah Kafka meninggal, 15 tahun berikutnya dia membawa surat Franz Kafka bersamanya di dalam koper.

Saat itu, Max Brod melarikan diri dari Cekoslowakia yang diduduki Nazi ke Tel Aviv, Israel.

Sebagian besar karya-karya Kafka pun diterbitkan dan kini arsip sang novelis disebut dengan 'Kafkaesque'.



Simak Video "Penulis Lupus Gusur Adhikarya Meninggal Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/pus)