Selamat! Novel Intan Paramaditha Masuk Nominasi Penghargaan Sastra Australia

Tia Agnes - detikHot
Senin, 08 Mar 2021 15:03 WIB
Novel Gentayangan karya Intan Paramaditha
Intan Paramaditha saat bersama dengan editor sastra GPU Mirna Yulistianti di peluncuran novel Gentayangan di Ubud, Bali.Foto: Gramedia Pustaka Utama
Jakarta -

Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan penulis Indonesia di mancanegara. Salah satu novel Intan Paramaditha The Wandering (atau dalam bahasa Indonesia berjudul Gentayangan) masuk ke dalam daftar panjang penghargaan bergengsi Australia.

Penghargaan sastra utama yang merayakan karya penulis perempuan di Australia itu bernama Stella Prize 2021.

Ada 12 karya yang masuk dalam daftar panjang atau longlist dan memperebutkan hadiah sastra sebesar $50.000. Penghargaan sastra tahunan itu diumumkan pekan lalu.

Dalam akun Instagram pribadinya, Intan Paramaditha mengatakan novel The Wandering telah melintasi banyak perbatasan. Karya yang awalnya ditulis dalam bahasa Indonesia itu diselesaikan di Australia.

"The Wandering atau Gentayangan terinspirasi oleh kehidupan masa lalu saya di Amerika Serikat. Saya mendapat kehormatan untuk tinggal dan bekerja di tanah Gadigal: penerbitan dan sirkulasi buku tidak akan terjadi tanpa ini. Terima kasih," tulis Intan Paramaditha di akun Instagram pribadinya, seperti dikutip detikcom.

Nama Intan Paramadhita bersaing dengan 11 penulis perempuan lainnya. Di antaranya adalah Rebecca Giggs lewat buku Fathoms: The World in the Whale, S L Lim melalui karya Revenge: Murder in Three Parts, Laura Jean McKay di karya The Animals in That Country.

[Gambas:Instagram]



Kemudian ada Louise Milligan dengan Witness, Cat Moore melalui buku Metal Fish, Mirandi Riwoe lewat karya Stone Sky Gold Mountain, Ellena Savage di karya Blueberries, Nardi Simpson dengan karya Song of the Crocodile sampai Elizabeth Tan dengan Smart Ovens for Lonely People.

Karya berikutnya ada Jessie Tu dengan A Lonely Girl is a Dengerous, dan terakhir adalah karya Evie Wyld dengan The Bass Rock.

Ketua tim dewan juri, Zoya Patel, mengatakan daftar panjang dalam penghargaan Stella Prize 2021 menunjukkan ekspresi yang dalam di dunia literatur Australia.

[Gambas:Instagram]



"Penghargaan ini penting untuk mengangkat profil perempuan dan suara non-biner dalam merayakan berbagai bakat yang ekspansif ini," katanya.

Stella yang merupakan organisasi yang berdiri sejak tahun 2021 mengakui dan merayakan kontribusi penulis perempuan Australia terhadap sastra. Pemenang penghargaan Stella 2021 akan diumumkan 22 April 2021.



Simak Video "Agnes Jennifer Si 'Julid' yang Nggak Mau Dibilang Crazy Rich"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)