Stephen King Matikan Twitter karena Pusing Lihat Proses Pilpres AS

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 03 Nov 2020 11:45 WIB
DUNDALK, MD - NOVEMBER 11:  Stephen King promotes Under The Dome at the North Point Boulevard Walmart on November 11, 2009 in Dundalk, Maryland. (Photo by Larry French/Getty Images)
Stephen King Foto: Getty Images
Jakarta -

Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika masih berlangsung awal bulan ini sampai pemungutan serentak yang akan digelar pada Selasa (3/11) waktu AS. Seleb Hollywood berbondong-bondong menentukan pilihannya.

Tapi penulis It, Stephen King, justru mematikan akun media sosial Twitter pribadinya karena pusing melihat proses Pilpres AS.

"Saya akan matikan Twitter sampai selesai pemilihan umum #VoteBlueToEndTheNightmare," cuit Stephen King, seperti dilihat detikcom, Selaasa (3/11/2020).

Stephen King adalah salah satu penulis yang aktif berkicau di Twitter pribadinya. Ia kerap melontarkan opini pribadi sampai kabar mengenai karya-karya terbarunya.

Sebelumnya, dalam sebuah wawancara dengan Now This, Stephen King, ditanyakan soal karakter Greg Stillson dalam novel The Dead Zone. Karakter itu dinilai mirip sekali dengan Donald Trump.

Padahal Stephen King menulis karakternya di dekade 1970-an. Novel The Dead Zone rilis perdana pada 1979 dan sukses diadaptasi ke layar lebar serta diperankan oleh Martin Sheen.

Dalam wawancara, Stephen King tak menyangka kalau karakter Greg Stillson yang ditulisnya akan mirip dengan dunia nyata.

"Iya, saya sudah menduganya tapi ternyata (Donald Trump) lebih seram dari cerita yang saya tulis (novel The Dead Zone)," kata Stephen King.

Di novelnya, Greg Stillson yang seorang penjual bible antar rumah seketika menjadi politisi dan memenangkan Pilpres AS. Dia dinilai punya kekuataan ajaib yang perkatannya mampu didengarkan masyarakat.

Stephen King menceritakan sejak awal berkarier sebagai penulis, ia sudah memprediksi suatu hari nanti akan ada politisi yang bersinar dan anti mainstream.

"Ada kemungkinan politisi akan bersinar, dia yang berada di luar kebiasaan lama atau mainstream dan berkeinginan kuat untuk mendapatkan apa pun. Sesuai dengan imajinasinya bagaimana seharusnya menjadi rakyat Amerika," tutur Stephen King.



Simak Video "Netizen Korsel Lebih Pilih Han Ji Pyeong Dibanding Nam Do San"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)