Buku 'Wuhan Diary' yang Dikecam Netizen China Disebut Alat untuk AS

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 19 Mei 2020 17:44 WIB
Buku Fang Fang Wuhan Diary: Dispatches from a Quarantined City
Foto: Istimewa
Jakarta -

Penulis asal Wuhan, China, Fang Fang, tengah menjadi pembicaraan internasional. Buku yang ditulisnya selama masa lockdown menuai kontroversi.

Dia dicap sebagai pengkhianat dan pembohong besar. Buku harian yang diunggah di akun media sosial Weibo itu dibukukan oleh penerbit AS, HarperCollins.

Media lokal pemerintah China menyebutkan karya Fang Fang disebut sebagai alat untuk Barat.

Buku Fang Fang 'Wuhan Diary: Dispatches from a Quarantined City'Buku Fang Fang 'Wuhan Diary: Dispatches from a Quarantined City' Foto: Istimewa/ Amazon



"Kenaikan global Fang Fang didorong oleh media asing yang membunyikan alarm bagi banyak orang di China. Penulis juga menjadi alat berguna bagi Barat untuk menyabot upaya China," tulis sebuah artikel dilansir dari Global Times, Selasa (19/5/2020).

Media lokal tersebut juga menuliskan, buku harian Fang Fang mengungkap sisi gelap Wuhan.

"Sementara ia mengabaikan upaya yang dilakukan masyarakat setempat dan dukungan yang diperluas ke seluruh negeri," tulis media tersebut.

Buku 'Wuhan Diary: Dispatches from a Quarantined City' kini tersedia dijual di situs Amazon.



Simak Video "Cerita JK Rowling Latih Pernapasan untuk Hilangkan Gejala COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/tia)