Review RENT: The Musical, Memasuki Lorong-lorong Alphabet City yang Penuh Cinta

ADVERTISEMENT

Review RENT: The Musical, Memasuki Lorong-lorong Alphabet City yang Penuh Cinta

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Sabtu, 26 Nov 2022 08:43 WIB
RENT: Seasons of Love sedang ditampilkan di Ciputra Artpreneur Theater pada 25, 26, dan 27 November 2022.
Foto: Ron/detikcom
Jakarta -

Di suatu bulan Desember yang dingin, di malam Natal, dua sahabat yakni Mark (seorang pembuat film) dan Roger (seorang musisi rock) berjuang untuk bertahan hidup di tengah-tengah ganasnya Manhattan, New York, yang dingin. Mereka masih berkutat dengan usaha untuk menciptakan karya seni masing-masing, termasuk juga berusaha untuk tetap bisa membayar sewa tempat tinggal mereka di Alphabet City. Benny, mantan teman sekamar mereka yang kini sudah kaya raya dan jadi pemilik tempat itu meminta mereka membayar sewa yang sudah nunggak sejak tahun lalu. Mark dan Roger tentu saja tidak punya uang untuk bayar sewa, makanya Benny mematikan listrik tempat itu.

Itu adalah cuplikan adegan pembuka dari RENT: Seasons of Love yang kini sedang dihadirkan di Ciputra Artpreneur Theater oleh TEMAN (Teater Musikal Nusantara). Musikal Broadway legendaris karya Jonathan Larson dibawakan oleh talenta dari Indonesia dengan lisensi resmi, lagu-lagu asli, serta dialog berbahasa Inggris (dengan teks terjemahan dalam Bahasa Indonesia). RENT: Seasons of Love diarahkan oleh Venytha Yoshiantini yang sekaligus menggarap koreografi musikal dengan diiringi musik oleh Ivan Tangkulung yang memainkan aransemen musikal dari Steve Skinner.

Di bagian pembukaan, kita diperkenalkan dengan karakter Tom Collins, Maureen, Mimi, Joanne, dan Angel. Sekelompok teman yang disatukan oleh status sebagai 'orang-orang buangan', pecinta seni, pejuang harapan dan cinta ini mengajak penonton masuk ke salah satu tahun terberat dalam perjalanan hidup mereka, tapi juga jadi tahun yang penuh cinta dan menjadi momen pembuka mata. RENT menghadirkan kisah cinta antara para individu yang berbeda dan bagaimana mereka memaknai dan menghadapi perasaan-perasaan tersebut. Kondisi beberapa di antara para pecinta ini jadi pelik karena mengidap HIV, sebuah momok yang jauh lebih mengerikan dari sekadar tidak bisa bayar sewa atau mendapatkan pekerjaan di sebuah kota besar seperti New York.

Senang rasanya bisa kembali menyaksikan suara merdu para talenta Indonesia di atas panggung teater setelah sebelumnya sempat mati suri karena pandemi COVID-19. Kehadiran RENT: Seasons of Love dengan lisensi resmi ini tidak hanya menjadi sebuah obat rindu buat para pecinta teater, tapi juga menjadi sajian yang sudah dinantikan sejak lama. Tidak hanya oleh para penonton dan penggila teater dan musikal Broadway, tapi juga oleh tim produksi dari TEMAN Musicals. Akhirnya secara perdana dan profesional, RENT bisa ditampilkan di atas panggung teater dengan pemain dari Indonesia.

RENT: Seasons of Love sedang ditampilkan di Ciputra Artpreneur Theater pada 25, 26, dan 27 November 2022.RENT: Seasons of Love sedang ditampilkan di Ciputra Artpreneur Theater pada 25, 26, dan 27 November 2022. Foto: Ron/detikcom

Cinephile mungkin sudah akrab dengan cerita RENT mengingat teater Broadway ini sudah pernah diadaptasi ke dalam film di tahun 2005 oleh sutradara Chris Columbus. Anthony Rapp, Adam Pascal, Rosario Dawson, Jesse L. Martin, Wilson Jermaine Heredia, Idina Menzel, Tarice Thoms, hingga Taye Diggs main dalam film ini. Di tahun 2019, RENT: Live versi televisi ditayangkan oleh Fox dengan menghadirkan nama-nama muda seperti Jordan Fisher, Brennin Hunt, Tinashe, Brandon Victor Dixon, Valentina, Vanessa Hudgens, Kiersey Clemons, Mario, hingga Keala Settle. Selain itu, kisah di balik ide munculnya musikal RENT dan bagaimana sulitnya Jonathan Larson membangun kariernya sebagai penulis musikal juga pernah disajikan dalam film Netflix Tick, Tick... Boom! (2021) diperankan oleh Andrew Garfield sebagai pemeran utama. Kalau sudah pernah menyaksikan semua judul di atas, RENT: Seasons of Love akan jadi sebuah sajian yang tidak hanya nostalgik tapi juga hiburan menyenangkan.

Pecinta musik rock tahun 90-an akan sangat dimanjakan dengan musiknya dari awal sampai akhir. Mereka yang doyan drama dan komedi akan mudah mengunyah jalan cerita yang dihadirkan dalam setiap lagu-lagu yang dibawakan selama kurang lebih 3 jam di atas panggung. Fans teater musikal lokal juga akan melihat wajah-wajah familier yang sudah tak asing dengan bakat yang luar biasa: Gerardo Tanor sebagai Mark Cohen, Nino Prabowo sebagai Roger Davis, Andrea Miranda sebagai Mimi Marquez, Gallaby sebagai Maureen Johnson , Louise Monique sebagai Joanne Jefferson (siap-siap terpukau dengan kekuatan vokalnya!), Pasha Prakasa sebagai Angel Dumott Schunard (si lucu, gemas, minta disayang; semua jadi satu!), Taufan Purbo sebagai Tom Collins (yang tampil sangat luar biasa), dan Aldafi Adnan sebagai Benny Coffin III.

Gerardo Tanor sebagai Mark Cohen berhasil membawa penonton masuk ke dalam cerita seperti layaknya seorang narator. Kamu harus hati-hati karena bisa jadi susah buat fokus setiap kali dia ada di panggung: harus memuji wajahnya, aktingnya, atau suaranya? Rasanya sosok ini terlalu sempurna karena punya segalanya!

(Baca review di halaman berikutnya)



Simak Video "Nikita Mirzani Dipolisikan Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT