Pro Kontra Tugu Tiananmen, Senimannya Sewa Pengacara agar Karya Selamat

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 15 Okt 2021 13:38 WIB
Patung Pillar of Shame yang juga Disebut Tugu Tiananmen Karya Jens Galschiøt
Patung Pillar of Shame karya Jens Galschiot yang harus dipindahkan dari Universitas Beijing Foto: AFP
Jakarta -

Tugu Tiananmen yang dibuat oleh seniman Denmark Jens Galschiøt menuai kontroversi sejak kemunculannya. Kini patungnya harus dipindahkan karena telah dilarang oleh pemerintah Hong Kong.

Patung yang berjudul Pillar of Shame dibuat oleh Jens Galschiøt untuk mengenang para korban gerakan protes prodemokrasi di China pada 1989 yang berakhir dengan banyak korban tewas.

Patung yang berada di Universitas Hong Kong harus dipindahkan dan telah melampaui tenggat dari jadwal yang ditetapkan. Seniman Jens Galschiøt pun terpaksa menyewa pengacara untuk memindahkannya.

"Saya sudah menyewanya (pengacara) dan berharap segera keluar dari Hong Kong dalam kondisi teratur dan tanpa mengalami kerusakan apapun," ungkap Jens Galschiøt dilansir dari berbagai sumber, Jumat (15/10/2021).

Pekan lalu, Universitas Hong Kong menuntut penghapusan patung Pillar of Shame karena aturan dari pemerintah. Meski patungnya menuai kontroversi, namun sebenarnya Jens Galschiøt senang jika patungnya tetap berada di Hong Kong.

"Tapi sebagai pilihan kedua, patung itu bisa dipasang di tempat lain sampai bisa dibawa kembali ke kota atau lokasi lainnya di China," sambungnya.

Menurut dia, lokasi penempatan tugu Tiananmen bisa di mana saja. "Kami memiliki kemungkinan di lokasi lainnya di Taiwan, Washington DC Amerika Serikat, di depan kedutaan besar China, atau tempat lainnya," kata Jens Galschiøt.

Ia menyayangkan hanya diberikan tenggat waktu yang sebentar untuk memindahkannya. Bahkan, Jens Galschiøt mengatakan tindakan itu adalah serangan terhadap seni dan ingatan tindakan keras Tiananmen.


Peringatan Peristiwa Berdarah di Beijing

Berdirinya patung Pillar of Shame yang dibuat Jens Galschiøt diresmikan pada 1997. Patungnya diberikan kepada HK Alliance yang menggambarkan 50 tubuh saling bertumpuk dan terlihat kesakitan.

Patung itu dibuat untuk mengenang peristiwa 4 Juni 1989. Saat itu, Tentara Pembebasan China menyingkirkan para pengunjuk rasa prodemokrasi dari Lapangan Tiananmen, Beijing.

Lebih dari ribuan pengunjuk rasa yang dikabarkan meninggal dunia akibat peristiwa berdarah tersebut. Sayangnya HK Allaince terpaksa bubar pada September 2021.

Mereka didakwa berdasarkan UU Keamanan Nasional. Partai Komunis yang berkuasa menghentikan segala diskusi publik atau peringatan peristiwa itu di daratan China.

Selama bertahun-tahun pun, satu-satunya peringatan besar di Tanah China adalah nyala lilin tahunan di Hong Kong. Tapi pemerintah telah melarang pertemuan itu selama dua tahun belakangan.



Simak Video "Unjuk Kebolehan Seniman Tari Lintas Negara di Gelaran 'Asia Tri 2021'"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)