Usung Infinity, Media Art Globale 2021 Gandeng 6 Seniman

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 09 Sep 2021 07:36 WIB
Media Art Globale 2021
Media Art Globale 2021 hadir secara hibrid tahun ini Foto: Connected Art Platform/ Istimewa
Jakarta -

Festival seni berbasis teknologi dan sains, Media Art Globale 2021 kembali hadir tahun ini di tengah situasi tak menentu akibat pandemi berkepanjangan. Penyelenggaraan dipilih untuk diadakan secara hibrid dengan dua kali.

Pertama, secara online yang dapat dilihat di situs www.mediaartglobale.com pada 8-12 September 2021. Kedua, secara offline mulai 24 November-5 Desember yang digelar di tiga venue berbeda yakni M Bloc Space, Pos Bloc Jakarta, dan JNM Bloc di Yogyakarta.

Media Art Globale 2021 atau disingkat MAG yang diadakan oleh Connected Art Platform (CAP) mengusung tema Infinity. Tema ini yang juga merespons A New Digital Deal dari festival serupa yang terbesar di Eropa, Ars Electronica Festival.

Head of Festival Ars Electronica, Austria, Christl Baur dalam sambutannya khusus untuk Media Art Globale seperti yang disiarkan saat jumpa pers virtual mengaku antusias dengan pameran yang digelar bersama 80 kota lainnya di dunia secara serentak selama 5 hari berturut-turut.

Media Art Globale 2021Media Art Globale 2021 Foto: Connected Art Platform/ Istimewa

"Bersama-sama kita menganalisa, menginvestigasi mengenai bagaimana teknologi baru membentuk kehidupan kita dan bagaimana kinerja dari dunia digital. Bagaimana terciptanya koneksi dengan komunitas internasional dan mengambil bagian dalam Culture-Action ini," katanya.

Pendiri Connected Art Platform sekaligus Direktur Program dan Artistik MAG21, Mona Liem mengatakan kerjasama dengan Ars Electronica adalah yang ketiga kalinya.

"Ars Electronica sudah 42 tahun sejak 1979 selalu jadi proyek percontohan revolusi digital. Media Art Globale pun memulai kerjasamanya di perayaan ulang tahun mereka yang ke-40," ungkap Mona Liem saat jumpa pers virtual, Rabu (8/9/2021).

Tahun ini, Media Art Globale 2021 menggandeng 6 seniman. Mereka adalah Ady Setyawan dan Mater yang menyentil isu lingkungan, kolektif Nantlab dari Eropa menjawab tantangan perkotaan di Jakarta.

Media Art Globale 2021Media Art Globale 2021 Foto: Connected Art Platform/ Istimewa

Lalu ada seniman Widi Pangestu menggunakan proses karya melalui air dan oksigen, Utami A Ishii mengangkat isu soal sambal dan dihadirkan lewat sound art, serta Despora dengan merefleksikan permainan tradisional jadi karya instalasi interaktif.

Mona Liem mengatakan jika di zaman sekarang saat semua manusia mengalami pandemi, pameran ini mencoba untuk menelaah ulang apa gunanya teknologi dan sains.

"Para seniman ini mewakili semangat zaman dan culture itu sendiri. Ada penggunaan ratan, limbah tahu, sambal, oksigen, dan ada juga permainan tradisional. Setiap seniman datang dengan keresahan mereka. Kami merasa tema Infinity dan yang dihadirkan saat pandemi ini kembali ke nol, kepada yang kita tahu dan bisa," pungkasnya.



Simak Video "Karya-karya Memikat di Pameran Nandur Srawung #8 Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/pus)