Pameran Seni Goresan Sketsa Sudjojono Bisa Disambangi Publik 3-4 September

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 02 Sep 2021 16:41 WIB
Pameran Seni Mukti Negeriku! Tampilkan Skesta Sudjojono di Solo
Foto: S.Sudjojono Center/ Tumurun Private Museum
Jakarta -

Mengawali bulan September, S.Sudjojono Center mengumumkan pameran seni Mukti Negeriku! bisa disambangi masyarakat umum.

Pengumuman itu dibagikan oleh S.Sudjojono Center lewat laman akun Instagram resminya.

""Mukti Negeriku! Perjuangan Sultan Agung Melalui Goresan S. Sudjojono" akan dibuka untuk umum pada tanggal 3 & 4 September 2021. Daftarkan diri anda terlebih dahulu melalui www.tumurunmuseum.com atau klik link di bio kami sesuai dengan jadwal kunjungan yang tersedia," tulis S.Sudjojono Center, seperti dilihat detikcom, Kamis (2/9/2021).

Selama dua hari, para pecinta seni bisa memilih jadwal kunjungan yang diinginkan. Pada 3 September, tersedia tiga jadwal waktu yakni pukul 13.00, 14.00, dan 15.00 WIB.

Esok harinya pada 4 September, pengunjung bisa memilih di jadwal pukul 10.00, 11.00, dan 12.00 WIB.

Pameran Seni Mukti Negeriku! Tampilkan Skesta Sudjojono di SoloPameran Seni Mukti Negeriku! Tampilkan Skesta Sudjojono di Solo Foto: S.Sudjojono Center/ Tumurun Private Museum

Setiap sesi kunjungan akan dibuka untuk kuota 20 orang dengan durasi maksimal 1 jam.

"Selama di area ruang pamer, pengunjung diharapkan selalu memakai masker, menjaga kebersihan tangan, dan menjaga jarak antar pengunjung," sambung S.Sudjojono Center.

[Gambas:Instagram]



Pameran seni bertajuk Mukti Negeriku! Perjuangan Sultan Agung Melalui Goresan S.Sudjojono yang berlangsung selama 6 bulan lamanya, mulai 28 Agustus 2021 sampai 28 Februari 2022.

Sebanyak 38 sketsa orisinil maestro seni lukis Indonesia yang merupakan riset dari lukisan Pertempuran Antara Sultan Agung dan JP Coen dipajang. Selama 7 bulan, Sudjojono melakukan riset ke Jakarta, Solo, dan Belanda.

Lukisan yang dibuat tahun 1973 dan kini menjadi koleksi Museum Sejarah Jakarta. Dalam sejarahnya, lukisan itu dipesan khusus oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin dalam rangka peresmian Museum Fatahillah di 1974.



Simak Video "Karya-karya Memikat di Pameran Nandur Srawung #8 Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)