Suguhan 4 Seniman Yogyakarta soal Garis di ARTJOG Resilience

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 09 Sep 2020 12:07 WIB
ARTJOG Resilience tetap digelar saat pandemi COVID-19
Karya kolektif perupa jalanpulang yang dipajang di ARTJOG Resilience Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Jakarta -

ARTJOG Resilience persembahan Heri Pemad Management akhirnya dibuka untuk umum mulai 7 September 2020. Ajang seni rupa kontemporer tahunan yang digelar di Jogja National Museum (JNM) menampilkan puluhan karya seniman Indonesia.

Salah satunya adalah kolektif seniman jalanpulang asal Yogyakarta. Kelompok seniman yang terdiri dari Handiwirman Saputra, Kokok P Sancoko, M Irfan, dan Yuli Prayitno menyuguhkan karya-karya soal konsep garis.

Masing-masing seniman yang mengenyam pendidikan di ISI Yogyakarta menghadirkan empat bagian karya yang berbeda dan satu karya seni instalasi berukuran besar.

Salah satu perupa, Handiwirman Saputra, mengatakan konsep mengenai garis merupakan keputusan bersama. "Kita setuju dengan konsep garis secara pribadi karena sama-sama pencinta seni rupa modern. Penganut-lah, muncul rasa ini karena memang ada beberapa latar," tuturnya saat diskusi virtual ARTJOG, Selasa (8/9) malam.

Dari konsep garis itulah, para seniman mencoba mencari nilai. Sama halnya dengan Handiwirman Saputra yang menampilkan lukisan ditambah aksara Jawa.

Setelah melalui serangkaian proses verifikasi, ARTJOG: Resilience akhirnya mendapat izin untuk dibuka bagi umum. Penasaran? Yuk, intip foto-fotonya!Setelah melalui serangkaian proses verifikasi, ARTJOG: Resilience akhirnya mendapat izin untuk dibuka bagi umum. Penasaran? Yuk, intip foto-fotonya! Foto: PIUS ERLANGGA

"Ada usaha juga yang memberikan nilai pada garis, gimana aku memberikan nilai kepada aksara yang menghubungkan karya-karya sebelumnya dari sifat dan karakter karet. Yang aku satukan ke aksara tadi," tutur seniman yang pernah memajang karya di Venice Art Biennale ke-58 pada 2019.

Seniman jalanpulang lainnya, Kokok P Sancoko, menuturkan konsep garis di kekaryaan mereka bermula dari sesuatu yang hampir tidak ada.

"Cara kerjanya mulai dari satu garis mengarah ke arah yang lain. Ya sudah dari pembicaraan awal dengan Handiwirman kita mulai dari garis," terangnya.

Dilihat dari website ARTJOG Resilience, jalanpulang terbentuk dari empat perupa sejak pertengahan tahun 2019. Kini karya seniman jalanpulang bisa dilihat di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta, sampai 10 Oktober 2020.

Bagi pengunjung yang ingin menyambangi ARTJOG Resilience, bisa mendaftar dan membeli tiket secara online seharga Rp 100 ribu. Setiap harinya ada tiga jadwal sesi yang dihadirkan dan per sesi ada 60 orang.



Simak Video "Yuk! Ngabuburit Sambil Lihat Pameran di Art Jog 2018"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)