detikHot

art

Pertunjukan Teater Boneka 'Den Kisot' Lahirkan Genre Baru

Minggu, 14 Jul 2019 15:05 WIB Tia Agnes - detikHot
Foto: dok. Komunitas Salihara/Witjak Widhi Cahya Foto: dok. Komunitas Salihara/Witjak Widhi Cahya
Jakarta - Festival Don Quijote yang digelar Kedubes Spanyol di Indonesia membius masyarakat Jakarta sejak kemarin. Festival yang digelar di Komunitas Salihara itu merayakan novel besar dari abad ke-17 'Don Quijote' yang hari ini edisi bahasa Indonesia akan diluncurkan.

Sebelum peluncuran novel, ada pertunjukan teater boneka 'Den Kisot' yang mencampur antara unsur wayang golek khas Sunda dan kontemporer. Sutradara Endo Suanda yang juga menulis naskah bersama Goenawan Mohamad menuturkan pentas 'Den Kisot' melahirkan genre baru di dunia pertunjukan.



"Dari sisi idiom, saya tidak mau menampilkan pertunjukan wayang golek dengan cerita 'Don Quijote' tapi saya membuat genre baru yaitu teater boneka dengan material wayang golek kita," ujarnya ketika diwawancarai di Komunitas Salihara, Jakarta Selatan, Minggu (14/7/2019).

Seperti diketahui wayang golek yang berkembang di Tanah Sunda dimainkan oleh seorang dalang dan wayangnya terbuat dari boneka kayu. Maestro Asep Sunarya pun membuat golek dengan karakter Cepot yang telah melegenda.



"Wayang golek juga sudah cukup jelas ada kehadiran gamelan, maka susunan panggung saya buat berbeda. Masih tetap ada wayang goleknya, ada 3Dimensi nya juga," tutur Endo menjelaskan.

Boneka kayu yang dipesan khusus dari Indramayu itu membuat karakter-karakter dalam pertunjukan tampak berbeda. Ada karakter Alonso alias Don Kisot alias Den Kisot dari Tanah Pasundan, Sanco, Pak Lurah, pendeta, keponakan hingga Dulcenia yang juga ada di dalam novel.



Dari sisi musik, Endo dan timnya juga membuat gaya baru. Pentas teater bonekanya tak hanya berbalut boneka kayu saja, ada unsur kontemporer di dalamnya yakni permainan gitar, biola, dan alat musik lainnya. "Kreasi baru, musik modern dengan nada-nada Barat," tuturnya.

"Dari musiknya, kita juga menumbuhkan gaya tembang dalang, gaya suaranya dalang yang baik. Yang main semuanya kuat, nyanyian dalang juga ada 'suluh'. Itu gagasan dasarnya. 'Den Kisot' menjadi menarik karena ada genre baru dan hal-hal baru di dalam wayang tradisi golek," pungkasnya.


Simak Video "''Kisah-kisah Tanah Manusia'', Anekdot Lahan dan Insan dalam Pigura"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com