ADVERTISEMENT

Finale Ms. Marvel: Takdir Kamala Khan di Multiverse

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Kamis, 14 Jul 2022 16:40 WIB
Ms. Marvel episode 6.
(Foto: dok. Marvel Studios/Disney+) Finale Ms. Marvel: Takdir Kamala Khan di Multiverse
Jakarta -

Spoiler Alert!

Kita tiba di episode terakhir serial Disney+ Original, Ms. Marvel, yang menutup origin story dari superhero muslim pertama di Marvel Cinematic Universe tersebut. Ms. Marvel episode 6 menghadirkan konklusi sekaligus pembuka jalan buat Kamala Khan di multiverse.

Ms. Marvel pada hakikatnya merupakan cerita coming-of-age Kamala Khan (diperankan Iman Vellani) seorang remaja muslim di New Jersey yang masuk kategori tidak populer di sekolah, pintar, dan mengidolakan Captain Marvel dan semua superhero di Avengers. Tidak ada yang menganggapnya serius sehingga suatu hari dia menemukan barang peninggalan neneknya, sebuah gelang kuno, yang ketika dia gunakan memberinya kekuatan super. Di tengah euforia Kamala soal kekuatan kosmiknya itu, dia dihantui banyak pertanyaan tentang asal-usul keluarganya hingga ancaman dari DODC (Department of Damage Control) yang tugasnya memang memburu remaja-remaja dengan kekuatan super dan dikhawatirkan akan menyebabkan kekacauan di kota seperti Peter Parker alias Spider-Man contohnya.

Dalam perjalanan Kamala mencari tahu soal kekuatannya itu, dia jadi lebih tahu soal keluarganya (dan soal kejadian penting di Pemisahan India-Pakistan), juga mulai mendapat kejelasan soal darah Djinn yang ada dalam dirinya. Kebimbangan Kamala soal keturunan Djinn ini tidak lagi mengganggunya dan perlahan Kamala mulai yakin bahwa kekuatan yang diberikan kepadanya lewat gelang peninggalan Aisha (diperankan Mehwish Hayat) itu merupakan sesuatu yang harus dia gunakan untuk kebaikan. Semua itu dia dapatkan ketika memutuskan pergi ke Karachi, Pakistan, dan melakukan napak tilas ke masa lalu.

Perjalanan ke Karachi tak hanya membuat Kamala tahu lebih banyak soal latar belakang keluarga dan kekuatannya, dia juga diperlihatkan bagaimana takdir membawanya ke titik awal ketika cerita Ms. Marvel dimulai. Bahwa sejak awal, gelang itu sudah ditakdirkan untuk dimiliki olehnya. Noor yang ada dalam dirinya menunjukkan Kamala jalan untuk kembali ke Karachi di masa depan untuk menyelamatkan leluhurnya di masa lalu.

Kamala kembali ke New Jersey dengan semangat baru dan keyakinan yang jauh lebih teguh dari sebelumnya. Dia sudah siap memperkenalkan dirinya sebagai sosok misterius yang bikin gaduh di perayaan Eid beberapa waktu lalu dan juga mengacaukan pernikahan kakaknya, Aamir (diperankan Saagar Shaikh). Adegan ketika Kamala bicara di depan keluarganya menjadi penting sekaligus lucu karena rupanya, seperti kejadian di rumah kebanyakan keluarga Asia, tak ada rahasia yang bisa disimpan terlalu lama.

Di tengah momen hangat di keluarga Khan itu, Nakia (diperankan Yasmeen Fletcher) tiba-tiba menelepon dan mengabarkan kondisi Bruno (diperankan Matt Lintz) dan Kamran (diperankan Rish Shah) yang sedang diburu DODC. Ada dialog nyentil ketika Bruno (yang bukan muslim) meminta Nakia untuk menyembunyikan dirinya dan Kamran di masjid.

"Bukankah masjid sebagai rumah ibadah seharusnya tempat untuk mencari perlindungan?" ujar Bruno.

"Iya memang benar. Tapi ini masjid di Amerika!" balas Nakia mengisyaratkan bahwa semua orang kulit putih mencurigai kegiatan mereka di dalam masjid dan menggambarkan bagaimana stereotip muslim di Amerika yang masih kerap dianggap sebagai teroris.

Kamala sudah siap melakukan aksi heroiknya untuk menyelamatkan Kamran dan Bruno ketika ibunya datang dan menahannya. Bukan untuk melarangnya pergi, tapi melarangnya pergi tanpa kostum superhero yang pantas untuknya. Muneeba Khan (diperankan Zenobia Shroff) memberi Kamala kostum superhero yang dibuat khusus di Pakistan lengkap dengan selendang merah yang khas.

DODC yang dipimpin oleh Sadie Deever (diperankan Alysia Reiner) memburu Kamran dan Bruno tanpa ampun. Ambisinya untuk menangkap remaja yang dia nilai bikin onar ini amat meledak-ledak sampai dia mengabaikan perintah atasannya untuk menghentikan pengejaran. DODC yang sejatinya bertugas untuk menghalau kekacauan malah makin bikin kacau. Kejar-kejaran antara Kamala, Kamran, Aamir, Bruno, Nakia, Zoe (diperankan Laurel Marsden, yang hanya muncul sekilas di episode-episode awal dan akhirnya muncul lagi di episode 6 sebagai sosok penting) dengan DODC di sekolah jadi sajian utama di episode 6 ini.

Ada banyak momen penting dan hangat dalam aksi kejar-kejaran di sekolah yang semakin menggarisbawahi identitas superhero Kamala Khan di multiverse Marvel. Di salah satu momen itu, Kamala mencomot slogan dari superhero kota sebelah: dia membuktikan bahwa dia punya tanggung jawab besar dari kekuatan super yang dia miliki, dan tanggung jawab itu adalah untuk berbuat kebaikan dan menolong orang lain.

Ms. Marvel episode 6.Ms. Marvel episode 6. Foto: dok. Marvel Studios/Disney+

6 episode Ms. Marvel menghadirkan origin story yang segar dan beda di MCU. Label superhero muslim pertama di MCU saja sepertinya tidak cukup untuk mendeskripsikan serial ini karena cerita Kamala Khan jauh lebih kaya daripada label singkat tersebut. Ms. Marvel merupakan sebuah cerita tentang pencarian identitas yang dialami oleh semua remaja seusia Kamala. Bahwa menjadi remaja itu tidak pernah mudah, dengan atau tanpa kekuatan super.

Serial ini menghadirkan karakter Kamala yang tak pernah ragu dan malu buat jadi dirinya sendiri meski orang-orang di sekitarnya kerap menganggapnya aneh. Berbekal perasaan tanpa ragu ditambah dengan keluarga yang penuh dukungan itulah Kamala mendapat kemauan untuk bangkit dan keyakinan buat merangkul kekuatan supernya. Menuju ke titik itu Kamala juga membangun kedekatan yang semakin hangat dengan semua anggota keluarganya. Dia tak lagi terlalu ambil pusing soal dirinya yang selalu dianggap remaja Pakistan-Amerika yang kurang Amerika karena berkulit coklat.

Ms. Marvel ditutup dengan sebuah adegan manis antara Kamala dan Yusuf (diperankan Mohan Kapur) di atap. Sebuah adegan yang kembali menegaskan takdir Kamala sebagai Ms. Marvel. Yusuf memberitahukan kenapa mereka memutuskan untuk memberinya nama Kamala.

"Dalam bahasa Urdu, Kamala bisa juga bermakna marvel," kata Yusuf.

"Selama ini aku punya nama yang sama dengan Carol Danvers?!" jawab Kamala berseri-seri.

"Kau akan selalu jadi Ms. Marvel kami," kata Yusuf lagi.

Dan lewat dialog itu, Kamala Khan akhirnya punya nama superhero resmi.

Meski begitu, episode 6 Ms. Marvel juga masih menyisakan misteri (termasuk adegan post-credit yang wah!) seperti nasib Kamran dan kekuatannya, peran Kareem (diperankan Aramis Knight) sebagai Red Dagger di MCU, dan ancaman apa yang akan dihadapi oleh Kamala dalam petualangan selanjutnya. Akankah dia akan jadi superhero bersahabat buat masyarakat seperti halnya Spider-Man setelah ini? Ataukah dia hanya akan menghadapi hal-hal yang epik dan besar saja seperti idolanya Captain Marvel?

Ms. Marvel akan kembali di The Marvels yang dijadwalkan tayang tahun depan. 6 episode serial Ms. Marvel sudah bisa disaksikan di Disney+ Hotstar.

Simak Video: Para Pemeran Ms. Marvel Berharap Ada Season Kedua

[Gambas:Video 20detik]




(aay/dar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT