Doom Patrol: What Doesn't Kill You Make You Stranger

Cenayang Film - detikHot
Selasa, 03 Nov 2020 14:53 WIB
Doom Patrol
Foto: (dok.DC)
Jakarta -

Bayangkan sebuah kelompok superhero, tapi isinya bukan superhero versi mainstream. Doom Patrol bukan manusia-manusia penuh kesempurnaan. Nggak seperti Superman atau Wonder Woman, bukan juga yang tajir melintir atau privileged macam Batman. Bahkan jauh sekali jika dibandingkan dengan The Flash atau Aquaman.

Nama kelompok superhero ini adalah Doom Patrol. Beranggotakan orang-orang dengan kekuatan super yang aneh dan absurd kisah mereka hadir di Mola TV. Saking aneh dan absurdnya, banyak yang nggak percaya kalau mereka-mereka ini punya kekuatan super. Doom Patrol adalah orang-orang terbuang, kesepian, dan marah. Orang-orang yang tadinya normal namun tiba-tiba mengalami kecelakaan mengerikan yang mengubah hidup mereka selamanya. Ini beneran kecelakaan serem ya. Bukan kecelakaan yang 'cool' kayak Barry Allen disambar petir di laboratorium. Ini kecelakaan yang lebih tepat digambarkan dalam kalimat yang ada di trailernya, 'What doesn't kill you make you stranger'. Atau bisa juga jenis kecelakaan yang tadinya bikin mereka memaki-maki setiap malam sambil bertanya, 'God! Why me?' tapi dijawab sama Tuhan 'Why not?' Dan mereka pun nggak punya pilihan lain karena hidup memang harus jalan terus.

Doom Patrol bernaung di bawah bendera sama dengan para senior mereka yang disebut di atas tadi, yaitu DC Comics. Dipimpin The Chief (Timothy Dalton) dan beranggotakan Elasti-Girl (April Bowlby), - nulisnya harus Elasti-Girl pakai "-" untuk membedakan sama yang punya Pixar, Negative Man (Matt Bomer), Robotman (Brendan Fraser), Cyborg (Joivan Wade), dan Crazy Jane (Diane Guerrero).

Kreator Doom Patrol adalah Jeremy Carver. Sosok di balik serial panjang 15 season Supernatural, juga Being Human dan Frequency. Serial-serial inilah yang seolah menjadi bukti bahwa Carver memang jagonya membuat cerita dengan alur konsisten, enak ditonton, dan punya banyak karakter tapi masing-masing bisa dapat porsi yang pas.

Cerita ringan, aneh, absurd, bertabur dark joke, - namun jauh dari kesan depresif, adalah jualan utama Doom Patrol. Para karakternya masih bisa cekikikan dan berkelakuan kocak, namun bisa secara subtil menyelipkan pesan-pesan kehidupan yang sangat emosional dan bikin kita merenung terombang-ambing. "Nah loh? Gue aja bisa kok. Masa lo enggak?" Kira-kira seperti itu. Alur cerita yang kadang flashback juga makin memperkuat ikatan emosi kita dengan mereka. Perjalanan untuk menerima, memaafkan, dan bersahabat dengan ketidaksempurnaan. Bahwa di dunia ini nggak ada yang sempurna. Karena sempurna, - menurut joke 13 tahun lalu, hanyalah milih Andra and the Backbone.

Doom Patrol adalah paket kekacauan yang menyenangkan dan menghibur. Tontonan tepat bagi yang mencintai hal-hal yang dari luar terlihat medioker, tapi menyimpan lapis demi lapis hal menarik di dalamnya. Tontonan ringan, namun masih pantas disebut sebagai emotional roller coaster. Setiap episodenya bikin penasaran untuk melanjutkan episode berikutnya, dan berikutnya, dan berikutnya. Apa namanya? Oiya.. Cliffhanger! Kita dibikin seperti anak kecil yang berbinar-binar melihat komik kesukaannya menerbitkan jilid baru. Antara nggak sabar pengen baca, tapi sayang kalau segera dibaca sampai habis. Bingung nggak tuh? Padahal kalaiu sayang kan harusnya sabar. Auk ah..

Salah satu hal kecil namun menarik di serial ini, Robotman selalu memakai kaos bertema band rock di setiap petualangannya. Mulai The Clash, Dead Kennedys, Black Flag, dan banyak lagi. Doom Patrol juga dipenuhi banyak lelucon-lelucon yang berhubungan dengan peran-peran masa lalu para aktornya. Joke-joke trivial yang mungkin hanya dipahami oleh kalangan usia tertentu. Salah satu jokenya? Tentang The Mummy. Tahu kan kenapa ada joke The Mummy di sini?

Doom Patrol adalah tontonan menyenangkan buat kalian yang sudah bosan dengan serial atau film superhero yang menonjolkan kesempurnaan. Di Doom Patrol, semua karakter utamanya sangat jauh dari sempurna. Mereka adalah orang-orang penuh amarah, terbuang, dan jatuh. Tapi meski begitu, mereka bisa memanfaatkan ketidaksempurnaan itu untuk menjadi kelebihan mereka dan menolong orang lain. Bahasa kerennya, menerima kekurangan sebagai blessing in disguise. Dan mengulang lagi kalimat yang tadi, Doom Patrol adalah tontonan tepat bagi kalian-kalian yang menyukai hal-hal medioker. Memangnya ada? Tentu saja ada. Lagipula jatuh cinta pada hal-hal sempurna, apa menariknya?

Situs Rotten Tomatoes memberi rating 96% fresh untuk dua season Doom Patrol. Sementara di IMDB, Season 1 setiap episode mendapatkan rating 8.8 dari 10 bintang, dan Season 2 rata-rata 8.5 dari 10 bintang. Jadi bisa dibilang Doom Patrol ini adalah salah satu serial dari DC Comics yang bagus banget kualitas ceritanya, mungkin bisa dibilang terbaik jika dibanding serial DC Comics lainnya.

Doom Patrol sudah tayang sampai season 2. Untuk season 1 terdiri dari 9 episode, sementara season 2 terdiri dari 15 episode. Seluruh episode Doom Patrol ini bisa kalian saksikan di HBO GO yang sekarang juga bisa diakses dari Mola TV.



Simak Video "Haaland 2 Gol, Dortmund Bekuk Freiburg 4-0 "
[Gambas:Video 20detik]
(doc/doc)