Dilarang Bertinju, Idris Elba Temukan Hal Positif

Asep Syaifullah - detikHot
Selasa, 27 Okt 2020 07:30 WIB
Idris Elba
Idris Elba. Dok. Discovery
Jakarta -

Idris Elba sempat menjadi sorotan usai turun ke ring dalam pertandingan perdananya di ajang kickboxing pada tayangan Idris Elba Fighters pada 2017 lalu. Ia pun mengaku ketagihan dan ingin kembali bertanding, namun sayangnya niat tersebut terpaksa diredam.

Hal itu disebabkan karena istrinya, Sabrina, dan sang ibu, Eve, melarangnya untuk bertanding lagi. Jika di film ia tampak sangat garang, nyatanya menghadapi kedua wanita tersebut Elba tak berkutik.

"Aku benar-benar berpikir untuk mengembangkan ide (untuk sebuah film) tentang petarung veteran, yang mana aku akan kembali ke atas ring. Namun istriku tak setuju dengan ide tersebut, begitu pula ibu ku. Mereka seperti,'Hentikan omong kosongmu itu,'" tuturnya.

Meski begitu kecintaan Idris Elba dengan dunia tinju tetap bisa disalurkan melalui salah satu program televisi di mana ia tampak bergabung di sebuah sasana tinju. Selain menyalurkan hobi, ternyata Idris Elba memiliki pesan penting yakni untuk mengajak anak muda menyalurkan tenaganya dan menjauhkan mereka dari kejahatan jalanan hingga pertarungan dengan senjata tajam.

Dalam tayangan bertajuk Idris Elba's Fight School akan diambil tujuh orang anak muda di Inggris yang akan dilatih bersama selama enam bulan. Ia pun berharap jika hal itu akan memberikan dampak baik bagi tujuh kandidat tersebut dan masyarakat lainnya.

"Aku melihat sejarah terulang kembali dan khawatir dengan anak-anak saat ini. Aku percaya ada cara yang lebih baik untuk mengajarkan mereka bahwa kau tak perlu membawa pisau untuk melindungi dirimu sendiri," ujarnya.

"Aku ingin proyek ini bisa berjalan lama dan berkesinambungan untuk mendukung dan menjadi ajang pembelajaran bagi masyarakat selama beberapa tahun ke depan," tambahnya.

Pertarungan di kalangan pelajar memang kerap terjadi di beberapa negara, termasuk Inggris. Angka korban dan kekerasan dengan senjata tajam pun meningkat pesat dalam beberapa tahun belakangan.

Pada 2014, tercatat ada 455 kasus kekerasan dengan senjata tajam di Lancashire namun angka tersebut naik hampir dua kali lipat pada 2018 di mana mencapai 981. Angka ini pun masih terus naik hingga pada 2020 dan terjadi di beberapa kota lainnya.

Kejadian tersebut pun juga menimpa beberapa remaja wanita seperti yang terjadi pada mahasiswa di Blackpool yakni Keeley (17) dan Lauren (18). Keduanya diancam dengan sebuah pisau machete oleh sekelompok gadis saat sedang bermain bola.

Untungnya mereka berhasil selamat dan melarikan diri dari kejaran kelompok wanita muda tersebut. Namun hal itu masih menyisakan trauma apalagi sebelumnya teman prianya pun meninggal karena ditusuk orang tak dikenal.

"Aku dan temanku sedang berjalan pulang dan seorang pria muncul lalu mengancam dan menusuk salah satu temanku," kenangnya.



Simak Video "Positif Corona, Idris Elba: Ini Serius Ayo Cuci Tangan"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/wes)