Tumbal Jalanan di Lintasan Bantul-Yogya, Benarkah?

ADVERTISEMENT

Pekan Horor

Tumbal Jalanan di Lintasan Bantul-Yogya, Benarkah?

Tia Agnes Astuti - detikHot
Selasa, 25 Okt 2022 14:24 WIB
Perekonomian di Jalur Pantai Utara (Pantura) tepatnya sepanjang Cikampek-Cirebon telah redup kejayaannya. Padahal, jalan panjang yang menghubungkan daerah-daerah di utara pulau Jawa ini sempat jadi primadona.
Ilustrasi jalanan panjang. Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Di balik cerita pesugihan yang mewarnai mitos di Indonesia, salah satunya pesugihan nyawa yang harus dibayar dengan iming-iming harta berlimpah. Namun bagaimana dengan tumbal jalanan?

Tumbal jalanan biasa terjadi di titik-titik tertentu dan memakan korban. Kecelakaan lalu lintas memang kerap terjadi, tapi di balik kisah itu semua ada rumor yang menyebutkan mengenai tumbal jalanan.

Pria asal Yogyakarta, bernama Kalong (bukan nama sebenarnya), menjadi salah satu penulis cerita horor yang bertebaran di jagat Twitter. Sejak 2019, Kalong mengisahkan banyak mitos tentang pesugihan yang dirangkumnya dari berbagai kenalan.

Kepada detikcom, Kalong mengatakan ada satu cerita yang ramai interaksinya di jagat maya ketika ia memulai kisah tumbal jalanan di lintasan Jalan Srandakan menuju Bantul, Jawa Tengah.

"Saya dapat cerita dari narasumber tukang pijat di rumah, dia tahu kalau saya sering ngeshare di status WhatsApp, 'Mas, coba telusuri cerita Jalan Srandakan itu banyak loh mitosnya'," cerita Kalong saat diwawancarai detikcom, Selasa (25/10/2022).

Menurut hasil penelusuran dan riset Kalong, jalan lintasan Bantul-Yogyakarta itu banyak kisah tentang tumbal pesugihan. "Banyak kecelakaan yang nggak wajar semuanya. Si bapaknya (tukang pijat), cerita kalau tetangganya pernah mengalami," terang Kalong.

Sepanjang jalan Srandakan dari kilometer 1 Bantul itu sebenarnya jalannya hanya lurus saja, tapi ketika tetangga itu melintasi, dia melihat jalanan bercabang dan sepi.

"Setelah tikungan kok sepi, ngelihat di depan sudah bercabang, untung dia ambil kiri saja. Kalau kanan, jalanan lebar takut-takut kena yang dari arah berlawanan," sambungnya.

Telisik punya telisik, ternyata lintasan itu ada beberapa titik ada yang pasang untuk tumbal pesugihan. Ada beberapa titik yang bisa membuat pelintas melewatinya dan membuat kecelakaan lalu lintas.

"Tapi itu bukan warga lokal, katanya dari sebelah juga. Ada yang sangkut-sangkutin dengan tumbal proyek, tapi ada juga yang bilang ada yang pasang," tegasnya.

Dari Thread panjang, banyak netizen dan pengikutnya di Twitter yang mengiyakan hal tersebut. Sebagian besar menceritakan dari versinya masing-masing, dan Kalong terkejut dengan apresiasi serta antusiasme yang besar dari cerita di Jalan Srandakan tersebut.

Pria berusia 32 tahun yang kini berdomisili di Yogyakarta itu memang selalu mempublikasikan cerita mengenai pesugihan di akun Twitter @cerita_setann dengan pengikut sebanyak 49,6 ribu pengikut.

Ada banyak hal tentang dunia pesugihan yang menarik untuk ditelusuri dan dituliskannya. Menurut Kalong, dari ritual sampai korban pesugihan meninggalnya bagaimana adalah hal-hal yang dirisetnya.

"Saya bikin tahun 2019 dan memang mau buat cerita horor, saya baca cerita horor di Instagram dan Twitter kok seru ya. Coba ah bikin juga, buat share ceritalah. Awalnya juga dapat dari driver ojek online yang pernah mengantar penumpang di Yogyakarta. Cerita itu juga viral di Yogya," pungkasnya.

Sepanjang sepekan ke depan, detikHOT bakal mengulas kisah-kisah seram yang sebenarnya ada di sekitarmu.

Baca artikel berikutnya ya!



Simak Video "Pro-Kontra Masyarakat soal Panggung Apung Situ Rawa Kalong Ditutup "
[Gambas:Video 20detik]
(tia/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT