Berani Lawan Sekolah? Rafi Serukan Murid Buat Sistem Pendidikan

ADVERTISEMENT

Spotlight

Berani Lawan Sekolah? Rafi Serukan Murid Buat Sistem Pendidikan

Tia Agnes Astuti - detikHot
Selasa, 19 Jul 2022 15:25 WIB
Muhammad Rafi Azzamy
Muhammad Rafi Azzamy menulis Buku Panduan Melawan Sekolah yang membuat namanya kian dikenal.Foto: Muhammad Rafi Azzamy/ Instagram
Jakarta -

Buku Panduan Melawan Sekolah merangkum berbagai pemikiran Muhammad Rafi Azzamy atau akrab disapa Rafi tentang sistem pendidikan di Indonesia. Selama beberapa tahun terakhir, Rafi banyak mengkitik berbagai persoalan tersebut

Opininya banyak dianggap pro kontra namun ada juga yang mendukung segala seruan yang dilantangkan oleh Rafi.

Buku Panduan Melawan Sekolah yang segera terbit itu, kata Rafi, bakal mengungkap secuil dari pemikirannya tersebut. Kepada detikcom, Rafi punya satu usulan.

"Kalau kritik sudah banyak kan ya, orang-orang sering menyuarakan. Saya berwacana agar murid dilibatkan untuk membuat sistem pendidikan atau membuat kebijakan di sekolah," ucap Rafi kepada detikcom.

Setelah seruan tersebut, Rafi menyuarakan agar 'wahai para pejuang Indonesia bersatulah'. Para pejuang agar selalu kooperatif dan memahami satu sama lain.

"Berkoodinasi dalam soal ketidakadilan agar bersatu dalam berbagai kebijakan," kata Rafi.

Cerita Rafi awalnya dikisahkan saat melakoni sesi live dua bulan yang lalu kemudian diunggah sekitar minggu lalu. Tak lama setelah mengemuka ke publik, namanya pun langsung viral karena mengkritik sistem sekolah.

Rafi merupakan pria berusia 18 tahun yang baru saja lulus SMK. Namanya tiba-tiba ramai di Twitter, hingga disorot oleh banyak pihak. Bahkan ia jadi trending nasional. Rafi pun kaget.

Ia lantas menceritakan asal mula bisa jadi perbincangan publik. Menurutnya itu karena isu yang dibawanya semacam ilusif di balik kedisiplinan.

"Bahwa kata disiplin beserta maknanya menempel pada pikiran kita, menempel dan mau saya bedah," katanya.

Salah satu isu yang diangkat adalah untuk apa bangun pagi, untuk apa masuk sekolah?

"Itu di luar kewajiban agama yang mewajibkan kita harus salat subuh dan kewajiban domestik membantu orang tua. Kenapa saya harrus masuk pagi ke sekolah?" tuturnya.

Rafi kemudian mendalami kalimat tersebut. Ia pun maju kepada sebuah pertanyaan, mengapa ketika dirinya tak melakukan hal tersebut lantas dimarahi?

"Disiplin adalah diskusi yang ilusif, terselubung dan menjangkit norma kita. Kalau ilusif gimana? Saya nggak mengatakan harus ditentang, tapi saya menegaskan untuk mengkritisi," ungkapnya.

Rafi merasa tersentil untuk mengkritisi apa saja yang ada di sekolah, termasuk kedisiplinan. "Terserah kalian mau menaati atau melawannya. Itu poin utama saya," tegasnya.

[Gambas:Instagram]





Simak Video "Dituntut 7 Bulan Penjara, Ayu Thalia Nggak Terima"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT